Aniaya Warga, Rumah Oknum Polisi Dikepung Massa

Ismail Yugo, iNews · Jum'at 13 November 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 340 2309078 aniaya-warga-rumah-oknum-polisi-dikepung-massa-ovqUTe5niv.jpg Foto: iNews

BENGKULU - Puluhan warga Desa Urai, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, mendatangi salah satu rumah oknum polisi. Kedatangan massa ini merupakan buntut dugaan penganiayaan oknum tersebut kepada salah satu warga, Jumat (13/11/2020).

Informasi yang dikumpulkan, dugaan penganiayaan terhadap Indra Zainudin(20), warga Desa setempat ini diduga dilakukan oleh oknum polisi berpangkat Bripka dan Briptu.

(Baca juga: Ribuan Nasi Bungkus Dibagikan Gratis kepada Massa Habib Rizieq)

Kejadian berawal ketika anak Bripka EK yang masih berusia 13 Tahun dipukul oleh korban. Buntut dari pemukulan tersebut, oknum Polisi mendatangi dan melakukan pemukulan hingga korban tak sadarkan diri.

(Baca juga: 24 Moge Terkait Kasus Pengeroyokan 2 Intel TNI Diangkut ke Polda Sumbar)

"Setelah mediasi dengan Kapolsek, diambil kesepakatan agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Aman saat ini warga sudah kondusif. Peristiwa semalam merupakan aksi spontanitas saja," kata Kepala Desa Urai Dodi Harianda.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui warga Desa Urai, Hendra mengalami luka robek bagian dagu, nyeri pipi kiri dan luka memar. Sedangkan untuk penanganan lebih lanjut, pasien dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Kota Bengkulu.

"Luka robek di dagu, nyeri pipi kiri dan memar, dirujuk ke RS Tiara sella pak," kata Kepala Rumah Sakit KTM Lagita dr. Andarias BP Tarigan, MM.

Warga yang tak terima atas peristiwa ini mendatangi kediaman oknum polisi. Aksi masa dapat dibendung lantaran sejumlah Tripika telah berada di kediaman oknum Polisi. Dalam mediasi yang dilakukan, warga menuntut oknum Polisi diproses secara hukum atas tindak pidana penganiayaan.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bengkulu Utara AKP Jufri, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan penahanan terhadap anggotanya yang diduga sempat terlibat selisih paham dengan salah satu warga. Pihaknya menegaskan, akan memproses semua laporan yang masuk.

"Anggota sudah kita amankan, saat ini telah dilakukan pemeriksaan. Jika terbukti kami akan tindak tegas. Kita tunggu penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Jika hanya mendengarkan dari masing-masing pihak, yang ada hanya pembenaran. Kita tunggu saja, beri kami waktu," tegas Kabag Ops.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini