Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Potret Warga Jepang yang Mendobrak Tabu Tato

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 15 November 2020 |05:21 WIB
Potret Warga Jepang yang Mendobrak Tabu Tato
Mari dan Tenji di rumah mereka di Niiza, Saitama (Foto: Reuters)
A
A
A

Foto Reuters

Acara Irezumi Aikokai

Foto Reuters

Penulis Hiroki Takamura, 62, mengatakan: "Pada tahun 2000-an, jumlah majalah tato mulai meningkat.

"Dan bahkan perempuan mulai memiliki lebih banyak tato.

"Saya pikir ada harapan bahwa tato pada akhirnya akan diterima sebagaimana adanya di Eropa."

Tapi Rie Yoshihara, 33, yang bekerja sebagai petugas yang memasangkan kimono pada turis, masih merasa tidak bisa menunjukkan tato punggungnya kepada ayahnya.

Foto Reuters

Seorang pembuat tato, Shodai Horiren, mengatakan: "Rumahmu akan menjadi tua.

"Orang tuamu akan meninggal.

"Kamu bisa saja putus dengan kekasih.

"Anak-anakmu tumbuh besar dan pergi.

"Tapi tato tetap bersamamu sampai kamu dikremasi dan dikubur.

"Itu hal yang membuatnya menarik."

Petugas pembukuan di sebuah perusahaan Mina Yoshimura, 40, berkata: "Jika saya memiliki tato dan suami saya [Hiroshi] tidak, dia bisa pergi ke tempat-tempat yang tidak bisa saya kunjungi.

"Tapi karena kami berdua sama-sama memiliki tato, kami bisa pergi kemana saja bersama.

"Menurut saya itu bagus."

Mari Okasaka, 48, memiliki tato pertamanya 20 tahun lalu.

Sekarang, putranya, Tenji, 24, sedang berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan warna.

"Beberapa orang membuat tato karena alasan yang dalam," katanya.

"Tapi saya melakukannya karena saya rasa tato itu lucu, sama seperti alasan mengapa saya membeli blus yang bagus."

Namun, ketika Mari meninggalkan rumah, dia memakai baju lengan panjang agar tidak jadi bahan pembicaraan tetangganya.

Tenji berkata: "Beberapa orang mungkin menganggap saya aneh.

"Tapi saya tidak memperhatikan omongan itu lagi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement