Penyelidikan Ungkap Tentara Elite Australia Bunuh 39 Warga Sipil Afghanistan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 19 November 2020 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 18 2312144 penyelidikan-ungkap-tentara-elite-australia-bunuh-39-warga-sipil-afghanistan-3sw2iPlrtz.jpg Kepala ADF Jenderal Angus Campbell. (Foto: Reuters)

CANBERRA – Laporan dari Angkatan Pertahanan Australia (ADF) mengatakan ada "bukti kredibel" bahwa pasukan khusus Australia dengan melanggar hukum membunuh 39 warga sipil selama konflik Afghanistan. Laporan tersebut merinci temuan dari penyelidikan yang dilakukan ADF terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukannya.

Penyelidikan tersebut menyelidiki 57 insiden dan mendengar pernyataan dari ratusan saksi.

Pimpinan ADF, Jenderal Angus Campbell mengatakan, laporan itu telah mengungkap "catatan memalukan" dari "budaya pejuang" oleh beberapa tentara.

BACA JUGA: Australia Akan Adili Tentaranya yang Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan

Dia mengatakan laporan itu menyebutkan bahwa 25 tentara pasukan elite Special Air Service (SAS) terlibat dalam pembunuhan tersebut, di mana tidak satu pun bisa "digambarkan terjadi selama sengitnya pertempuran".

"Tidak ada yang diduga terjadi dalam keadaan di mana maksud pelaku tidak jelas, bingung atau salah," kata Jenderal Campbell sebagaimana dilansir BBC.

"Dan setiap orang yang diajak bicara oleh penyelidikan benar-benar memahami hukum konflik bersenjata dan aturan keterlibatan di mana mereka beroperasi."

Perdana Menteri Scott Morrison telah menelepon Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk mengungkapkan "kesedihan yang paling dalam" atas temuan itu, demikian disampaikan kantor presiden dalam keterangannya.

Ghani mengatakan dia telah diyakinkan bahwa Australia berkomitmen untuk "memastikan keadilan".

Penyelidikan yang dilakukan oleh Inspektur Jenderal ADF itu dilakukan secara tertutup, yang berarti hanya sedikit rincian yang telah dilaporkan hingga sekarang. Penyelidikan tidak memiliki kekuatan untuk mengajukan tuntutan pidana.

BACA JUGA: Tolak Warga dan Sekutunya Diselidiki Atas Kejahatan Perang, AS Ancam Pengadilan Internasional

Pekan lalu, Morrison memperingatkan laporan itu akan membawa "berita sulit dan keras bagi warga Australia".

Dia mengatakan penyidik khusus akan ditunjuk untuk mempertimbangkan penuntutan dari informasi yang terkandung dalam laporan itu. Panel pengawas independen juga akan dibentuk untuk memberikan "akuntabilitas dan transparansi yang berada di luar rantai komando ADF".

Australia mempertahankan operasi sekitar 400 tentara di Afghanistan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan perdamaian yang sedang berlangsung dengan AS dan sekutu lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini