Waspada! Komplotan Penjual Emas Palsu di Dalam Angkot

INews.id, · Selasa 24 November 2020 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 610 2315129 waspada-komplotan-penjual-emas-palsu-di-dalam-angkot-bLx0B2eLkk.jpg ilustrasi: shutterstock

PALEMBANG – Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap dua pemuda asal Musi Banyuasin dan Palembang. Keduanya diciduk karena melakukan penipuan di dalam angkot dengan modus menjual emas palsu.

Sebelum ditangkap polisi, keduanya, sempat diamankan warga dan terekam video dan viral di media sosial, Senin (23/11/2020) malam.

Keduanya pelaku yakni Sapion Nasution (47), warga Dusun Petaling Kampung II Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin dan Kusi Chandra (35) warga Jalan DI Panjaitan Tangga Takat, Seberang Ulu (SU) II Palembang.

(Baca juga: Viral Lumba-lumba Nyasar ke Sungai, Hebohkan Warga Aceh)

Pejabat Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana didampingi Kanit Pidum, AKP Robert Sihombing mengatakan, kedua pelaku melakukan aksinya di kawasan Pasar 16 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang.

(Baca juga: Banjir Karangan Bunga untuk Jenderal Dudung, Netizen: Buat Sendiri, Heboh Sendiri!)

"Menurut kedua pelaku di TKP Pasar 16 itu mereka bertemu korban dan melakukan aksinya dengan mengajak korbannya menumpangi angkot ke Pasar 26 Ilir," ujar Edi, Selasa, (24/11/2020).

Kronologi kejadian bermula saat di dalam angkot, pelaku Sapion mengajak korban mengobrol sehingga korban tidak sadar dan mengikuti pelaku hingga ke Pasar Lemabang.

"Setelah turun dari mobil, kemudian pelaku Kusi mengeluarkan tiga kalung emas yang diduga palsu dan memberikan satu kepada korban untuk membeli barang tersebut seharga Rp 7 juta," urainya.

Kemudian, pelaku Kusi berpura-pura menjual emas kepada pelaku Sapion dengan maksud untuk meyakinkan korban. Saat beraksi, kedua pelaku Kusi dan Sapion berpura-pura tidak saling mengenal. Namun korban yang dengan cepat tersadar langsung berteriak.

"Kebetulan pada saat kejadian anggota kita sedang melintas dan melihat ada kerumunan yang mencurigakan. Dan saat itu juga kita berhasil mengamankan kedua pelaku dengan barang bukti tiga kalung emas yang diduga palsu," ujarnya.

Sementara dari pengakuan pelaku Kusi, lanjut Edi, diketahui pernah masuk penjara karena kasus perkelahian. "Ya saat ini para pelaku masih dalam pemeriksaan petugas terkait aksinya, sedangkan korban Eni Herlina warga OKI sudah membuat laporan polisi terkait insiden yang dialaminya," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini