Kapal Induk AS Bergerak ke Teluk Persia Setelah Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh, Ada Apa?

INews.id, · Sabtu 28 November 2020 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 18 2317928 kapal-induk-as-bergerak-ke-teluk-persia-setelah-ilmuwan-nuklir-iran-dibunuh-ada-apa-rTnZpJCFMw.jpg USS Nimitz. (Foto: Navydads)

WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal induk USS Nimitz ke Teluk Persia. Aktivitas itu diketahui setelah tersiar kabar ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, terbunuh di timur Teheran.

Jurnalis CNN, Barbara Starr, memperoleh informasi dari sumber Pentagon menyebut pengerahan armada tempur AS ke Teluk Persia merupakan bagian dari operasi pengamanan penarikan pasukan AS di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya, dan tidak terkait dengan pembunuhan Fakhrizadeh.

BACA JUGA: Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Tewas Dibunuh, Begini Kronologinya

Barbara melaporkan, Sabtu (28/11/2020), berdasarkan pernyataan seorang sumber yang tidak disebutkan namanya, armada perang AS yang didukung kapal perusak berpeluru kendali akan segera melanjutkan operasi di wilayah Teluk Persia.

Kapal-kapal tersebut, kata sumber, bersiaga memberikan dukungan perlindungan saat pasukan AS keluar dari Iran dan Afghanistan pada pertengahan Januari di bawah perintah Presiden Donald Trump.

Trump telah menandatangani kesepakatan dengan milisi Taliban pada bulan lalu untuk menarik mayoritas pasukan AS dari Irak dan Afghanistan sebagai bagian persetujuan damai sebelum dia meninggalkan jabatannya.

Pejabat keamanan AS mengatakan keputusan mengerahkan kapal induk USS Nimitz dan armada laut lainnya dikeluarkan sebelum munculnya berita mengenai tewasnya ilmuwan nuklir kenamaan Iran, Mohsen Fakhirzadeh pada Jumat (27/11/2020) waktu setempat.

BACA JUGA: AS dan Israel Rencanakan Serangan ke Iran di Hari-Hari Terakhir Pemerintahan Trump

Walaupun dua hal tersebut tidak saling terkait, pejabat keamanan AS menegaskan bahwa pengerahan kapal induk sekaligus mengirim pesan kuat "antisipasi yang meningkat" pada Republik Islam Iran yang telah bersumpah akan memberikan respons tegas membalas pembunuhan Mohsen.

Sebelumnya, AS mengarahkan kapal induk USS Nimitz menjauh dari Teluk Persia awal bulan ini untuk bergabung dengan Angkatan Laut India, Jepang dan Australia dalam latihan perang laut di Laut Arab yang dikenal dengan Quad.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini