JPU Banding, Jerinx Tantang Jaksa Otong Debat di Medsos

I Gusti Bagus Alit Sidi, iNews · Senin 30 November 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 244 2318818 jpu-banding-jerinx-tantang-jaksa-otong-debat-di-medsos-v0Xh2Oq0nx.jpg Jerinx (Foto: I Gusti Bagus Alit Sidi)

BADUNG - I Gede Ary Astina alias Jerinx merasa geram dengan keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPI) yang memutuskan banding terhadap keputusan majelis hakim yang memvonisnya dengan hukuman 1 tahun 2 bulan penjara Jerinx divonis atas kasus ujaran kebencian “IDI kacung WHO".

Drummer grup band Superman Is Dead (SID) itu pun melontarkan tantangan terbuka kepada jaksa yang menangani kasusnya agar bersedia berdebat di forum media sosial. Dari debat tersebut, Jerinx ingin mengetahui tanggapan masyarakat terhadap layak atau tidaknya dirinya dihukum penjara.

Baca Juga:  Belum Penuhi Rasa Keadilan, Jaksa Ajukan Banding Atas Vonis Jerinx SID

Raut kekecewaan terpancar jelas di wajah Jerinx sesaat sebelum menjalani pemindahan penahanan ke Lapas Kelas IIa Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali. Sebelum menghuni sel tahanan Lapas Kerobokan, Jerinx melontarkan tantangan terbuka kepada JPU yang menangani kasusnya, Otong Hendra Rahayu.

 

Dengan nada emosi, Jerinx ingin masyarakat menilai apakah dirinya layak dihukum penjara, hingga akhirnya JPU memutuskan tak menerima putusan majelis hakim dan melakukan upaya banding. Menurut Jerinx, banding yang dilakukan JPU hanya untuk mengejar reputasi semata. 

"Persoalan banding, itu kejaksaan yang menjalankan SOP, kalau bisa diperkenankan saya ingin sekali berdebat dengan bapak Otong disiarkan di Youtube biar masyarakat yang menilai, apakah saya layak dipenjara atau tidak," ujar Jerinx, Senin (30/11/2020).

Baca Juga:  Jerinx SID Syok Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Jerinx menambahkan, saat ini tim hukumnya juga telah mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya banding. Sebelumnya, JPU mengajukan banding atas putusan majelis hakim PN Denpasar dengan pertimbangan hukuman penjara 1 tahun 2 bulan dirasa kurang memenuhi keadilan bagi masyarakat. Putusan majelis hakim juga dirasa belum memberi efek jera terhadap terdakwa maupun masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini