Setelah Pembunuhan Ilmuwan Nuklir, Komandan Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Udara

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 18 2319255 setelah-pembunuhan-ilmuwan-nuklir-komandan-garda-revolusi-iran-tewas-dalam-serangan-udara-vq1A3TBlkK.jpg mobil yang ditumpangi ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh saat dibunuh dalam serangan di luar Teheran, Iran, 27 November 2020. (Foto: Reuters)

BAGHDAD - Serangan udara menewaskan seorang komandan Garda Revolusi Iran di perbatasan Irak-Suriah pada akhir pekan lalu, demikian diungkapkan pejabat keamanan Irak dan milisi lokal pada Senin (30/11/2020).

Komandan Garda Revolusi, yang identitasnya belum dapat dipastikan itu, tewas bersama tiga pria lainnya yang bepergian dalam kendaraan yang sama. Menurut dua pejabat keamanan Irak, kendaraan itu membawa senjata melintasi perbatasan Irak dan dihantam serangan udara setelah memasuki wilayah Suriah.

BACA JUGA: Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Tewas Dibunuh, Begini Kronologinya

Kelompok paramiliter Irak yang didukung Iran membantu mengambil mayat-mayat itu, kata dua pejabat tersebut tanpa merinci atau memberikan waktu pasti terjadinya serangan tersebut.

Keterangan itu juga dikonfirmasi oleh sumber militer dan milisi setempat, meskipun Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen bahwa seorang komandan Iran telah terbunuh.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh dibunuh di Teheran dalam pembunuhan yang dituduhkan Iran kepada Israel.

Israel melancarkan serangan udara terhadap apa yang disebutnya berbagai sasaran Suriah dan Iran di Suriah pekan lalu. Serangan tersebut mengisyaratkan bahwa mereka akan mengejar kebijakannya untuk menyerang sasaran Iran di kawasan itu di saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersiap untuk lengser.

BACA JUGA: AS Klaim Tewaskan Komandan Pasukan Elite Iran dalam Serangan di Baghdad

Para pejabat Irak khawatir akan terjadi peningkatan ketegangan menjelang dimulainya jabatan Presiden terpilih AS Joe Biden, yang dipandang tak terlalu konfrontatif dengan Iran dibandingkan Trump.

Milisi Irak yang didukung Iran masih belum pulih dari pembunuhan AS terhadap dalang militer Iran Qassem Soleimani pada Januari dan pemimpin Irak mereka Abu Mahdi al-Muhandis dan telah bersumpah akan membalas dendam terhadap Amerika Serikat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini