BANGKA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangka Belitung (Babel) bersama Gerakan Peduli Sosial (GPS), memberikan paket sembako kepada nelayan Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Babel. Batuan sengaja menyasar nelayan tersebut, lantaran sudah lebih dari dua pekan berada di dapur umum adekat pantai Matras, untuk mempertahankan laut mereka dari hantaman Kapal Isap Produksi (KIP) Mitra PT Timah Tbk.
"Vox Populie Vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, dan di kawasan pesisir Matras, para nelayan inilah rakyatnya," kata Ketua IJTI Babel, Joko Setyawanto, Selasa (1/12/2020).
(Baca juga: Sepakat dengan IDI, Epidemiolog Sarankan Libur Natal dan Tahun Baru Dihapuskan)
"Ketika mereka berjuang dengan cara elegan untuk mempertahankan ruang untuk hidup, mempertahankan profesi yang menjanjikan ketersediaan pasokan ikan untuk melengkapi pangan masyarakat, adalah kewajiban bagi jurnalis untuk setidaknya berdiri disamping nelayan," ujarnya.
Karena, kata Joko, selain harus berpihak pada penegakan hukum, jurnalis juga harus selalu berpihak pada pemenuhan rasa keadilan masyarakat. "Para nelayan ini tidak berambisi dalam keserakahan, mereka sekedar mempertahankan tradisi yang menggantungkan hidup dari kelestarian lingkungan laut," ucapnya.
Menurutnya, sejarah akan bercerita pada anak cucu mereka, jika hari ini para nelayan di Matras menolak menyerah memperjuangkan laut yang mereka yakini sebagai mata pencaharian dan penghidupan. "Juga wajib bagi jurnalis untuk merekam dan merawat peristiwa ini dalam memory yang akan selalu tersimpan dan tidak akan lekang oleh waktu, dimana para pihak berdiri," katanya.
Sementara itu, Ketua GPS Babel, Oktario Marcellie, mengatakan, pihaknya bersama IJTI berkolaborasi memberikan bantuan tersebut, untuk meringankan beban para nelayan yang terdampak aktivitas KIP, akibat tak bisa melaut.