PVMBG: Status Gunung Semeru Masih Waspada Level II

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 01 Desember 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 519 2319303 pvmbg-status-gunung-semeru-masih-waspada-level-ii-216tVqv60Y.jpg Gunung Semeru (Foto: PVMBG)

MALANG - Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas dan lava pijarnya. Lava pijar dan awan panas ini keluar pada Selasa dini hari (1/12/2020) dan terpantau oleh Posko Pengamatan Gunung Semeru.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, dari laporan pos pantai di Gunung Semeru tampak kawah memang mengeluarkan asap kawah bertekanan sedang berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 500 - 100 meter di atas puncak kawah.

"Teramati ada guguran lava dengan jarak luncurkan 1.000 meter mengarah ke tenggara," ucap Kasbani melalui pesan singkatnya kepada Okezone.

Baca Juga:  Aktivitas Meningkat, 500 Warga Sekitar Gunung Semeru Diungsikan

Untuk lava pijar sendiri lanjut Kasbani, meluncur sebanyak enam kali dengan jarak luncur 1.000 - 1.5000 meter dari ujung lava ke arah Besuk Kobokan. "Untuk lava meluncur ke arah Besuk Kobokan jaraknya 1.000 - 1.500 meter," katanya.

Kasbani juga menjelaskan bahwa awan panas tampak terpantau kamera CCTV Pos Sriti yang keluar dari kawah puncak Gunung Semeru.

"Masyarakat kami minta tidak melakukan aktivitas di dalam radius 1 kilometer dan wilayah sejauh 4 kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru Jongring Seloko, sebagai alur luncuran awan panas," terangnya.

"Kami minta mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko," imbuhnya.

Baca Juga:  Pendakian Gunung Semeru Ditutup karena Aktivitas Vulkanologi Meningkat

Meski mengalami peningkatan aktivitas, Kasbani menyebut Gunung Semeru masih berada di Waspada Level II. Namun, pihaknya masih akan mengevaluasi kembali status tersebut berdasarkan potensi vulkanis Gunung Semeru kembali.

"Masih level 2 Waspada, sedang kami evaluasi, apakah masih ada potensi awan panas susulan yang jarak luncurnya melebihi remomendasi daerah perkiraan bahaya," tukasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini