Elf Tabrak Truk di Tol Cipali Tewaskan 10 Orang Diduga Travel Bodong

Asep Supiandi, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 525 2319442 elf-tabrak-truk-di-tol-cipali-tewaskan-10-orang-diduga-travel-bodong-CDu5VXeH4C.jpg Elf ringsek akibat tabrakan di Tol Cipali. (Foto: Asep Supiandi)

PURWAKARTA – Minibus elf nopol G 1261 D yang menabrak truk tronton di Km 78 Tol Cipali jalur A dari arah barat ke timur, ternyata angkutan umum ilegal alias bodong. Pasalnya, dokumen dan plat nomor kendaraan itu milik pribadi, bukan untuk mengangkut penumpang.

Selain itu, elf ini tak memiliki izin sebagai travel dan mengangkut penumpang, baik dalam kota maupun luar kota.

Fakta ini ditemukan polisi setelah melakukan penyelidikan intensif terhadap kasus kecelakaan maut di wilayah Desa Cimahi, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Jawa Barat, yang menewaskan 10 penumpang beserta sopirnya itu. 

“Kami sudah menelusuri ke setiap travel. Informasinya sempat buntu. Ternyata diketahui kendaraan tersebut berplat hitam. Dugaannya travel tersebut bisa dikatakan tidak resmi,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kastlantas) Polres Purwakarta AKP Toto, Selasa (1/12/2020).

Satlantas Polres Purwakarta, ujar AKP Toto terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan dan mencari pemilik elf maut tersebut. Hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan tersangka dari insiden maut itu. “Ini kan masih penyelidikan tahap dua, belum ke penyidikan,” ujar AKP Toto. 

Kasatlantas Polres Purwakata menuturkan, petugas Unit Lakalantas akan meminta keterangan dari pemilik dan sopir truk yang terlibat kecelakaan, yakni Hino tronton B 1857 GC dan Hino trailler B 9010 UEJ. Hanya saja yang tadinya diagendakan hari ini ditunda jadi besok.

Baca juga: Polisi Pakai Metode TAA Ungkap Penyebab Kecelakaan Tewaskan 10 Orang di Tol Cipali

Disinggung tentang sepeda motor A 5377 ZY yang diangkut travel bodong tersebut, AKP Toto menuturkan, hingga kini masih misteri. Pemilik kendaraan roda dua tersebut telah diketahui. Motor itu milik seorang korban meninggal dalam kecelakaan tersebut. 

Hal itu diketahui dari surat tanda nomor kendaraan (STNK) atas nama seorang korban. Namun Kasatlantas Polres Purwakarta belum bisa memastikan sebagai keluarga korban yang ditanyai belum memberikan keterangan. Karena itu, dia enggan menyebutkan identitas pemilik motor berdasarkan STNK tersebut.

“Kami sudah menyampaikan kepada semua keluarga korban yang datang ke Radjak Hospital mengenai kepemilikan sepeda motor itu. Sampai saat ini belum ada keterangan dari mereka. Akan tetapi dilihat dari di STNK tertera nama salah satu korban meninggal,” tutur Kasatlantas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini