Iran Sebut Pembunuhan Komandan Garda Revolusi di Perbatasan Suriah "Berita Palsu"

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 18 2320109 iran-sebut-pembunuhan-komandan-garda-revolusi-di-perbatasan-suriah-berita-palsu-nXKFfjT8Z0.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN - Kementerian luar negeri Iran membantah laporan mengenai kematian seorang komandan senior Garda Revolusi dan tiga pengawalnya dalam sebauh serangan pesawat tak berawak di dekat perbatasan dengan Suriah. 

"Tampaknya itu berita palsu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh dalam keterangan pers di Teheran, Selasa (2/12/2020). Dia menambahkan bahwa dia tidak mengetahui laporan mengenai serangan drone dan mengarahkan pertanyaan lebih lanjut ke militer Iran.

BACA  JUGA; Setelah Pembunuhan Ilmuwan Nuklir, Komandan Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Udara

Dalam beberapa laporkan pada Senin (1/12/2020), komandan itu diidentifikasi sebagai Muslim Shahdan.

Dua pejabat Irak mengatakan kepada Reuters bahwa kendaraan sang komandan diserang pada Minggu (30/11/2020), tak lama setelah menyeberang ke Suriah dari Irak di Al Qaim. Shahdan dan tiga pengawalnya dilaporkan membawa banyak senjata dalam kendaraan mereka.

Tidak ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas dugaan serangan drone tersebut.

Laporan tersebut muncul kurang dari sepekan setelah ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, dibunuh pada Jumat (27/11/2020) ketika konvoi kendaraan anti peluru sedang berkendara ke Absard, timur Teheran.

BACA JUGA: Ahli Nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh Tewas Dibunuh, Begini Kronologinya

Para pejabat Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan Fakhrizadeh, dan media pemerintah melaporkan pada Minggu bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh ilmuwan itu dibuat di Israel.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini