Pasca-Erupsi Gunung Semeru, Warga Kembali ke Rumah dari Pengungsian

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 02 Desember 2020 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 519 2319970 pasca-erupsi-gunung-semeru-warga-kembali-ke-rumah-dari-pengungsian-MlsmiGjSp9.jpg Warga Gunung Semeru (foto: BPBD Lumajang)

LUMAJANG - Sebagian besar warga sekitar Gunung Semeru telah kembali ke rumahnya masing - masing pasca mulai menurunnya aktivitas vulkanik.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik Lumajang, Wawan Hadi mengatakan, hanya tinggal beberapa warga saja yang masih tampak bertahan di pos pengungsian di Supiturang.

"Untuk pengungsi yang berada di pos pantau Gunung Sawur, sudah kembali ke rumah masing - masing, untuk pengungsi di Supiturang sebagian pulang ke rumah masing-masing, yang jelas informasinya pagi tadi masih ada sekitar 10 orang," ungkap Wawan Hadi saat dihubungi Okezone, Rabu (2/12/2020).

Baca juga:

Warga Banyuwangi Dikejutkan Paparan Hujan Abu Erupsi Gunung Semeru

BPBD Lumajang Pastikan Pengungsi Gunung Semeru Tetap Terapkan Prokes Covid-19

Namun pihaknya belum mengetahui alasan pengungsi yang masih bertahan di pos pengungsian. Namun yang jelas lanjut Wawan, aktivitas vulkanik di Gunung Semeru masih fluktuatif dan masih masuk tanggap bencana.

"Kita belum tanya sedetail itu (alasan masih bertahan di pos pengungsian), yang jelas sesuai SOP tanggap darurat itu 7 hari," ucapnya.

 

Dirinya juga menambahkan, masih menyiagakan armada dari BPBD, kepolisian, TNI, dan Satpol PP untuk bersiap bila sewaktu - waktu Gunung Semeru kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

"Armada tetap standby sesuai SOP tanggap darurat bencana. Belum ada yang kita geser, karena aktivitas masih fluktuatif," tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa dini 1 Desember 2020 kemarin. Tercatat ada beberapa guguran awan panas yang muncul, pertama sekitar pukul 01.23 WIB dengan aktivitas terbesarnya pukul 01.45 - 04.33 WIB.

Guguran material vulkanik tersebut bahkan sampai meluncur ke Sungai Besuk Kobokan sejauh 11 kilometer mendekati permukiman warga di Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini