JAKARTA - Mendekati hari H pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember ini, tren ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) terus menukik menuju titik nadir. Tren menurunnya kapatuhan terhadap prokes seiring dengan meningkatnya aktifitas kampanye politik pada tahapan Pilkada serentak.
Hal ini sangat disayangkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam laporan perkembangan terbaru yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengakui makin menurunya kepatuhan terhadap prokes. Hasil pantauan gugus tugas yang dilakukan sejak tanggal 18 November hingga awal Desember, ditemukan tren yang sangat menghkhawatirkan.
(Baca juga: Terseret Dugaan Korupsi Benur, Keponakan Cantik Prabowo Akui Elektabilitasnya Anjlok)
“Sangat disayangkan, bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan," kata Wiku, Kamis (3,12,2020) kemarin.
Dia membeberkan, persentase kepatuhan untuk memakai masker sebesar 58,32%. Sedangkan untuk menjaga jarak, tingkat kepatuhannya sebesar 43,46%. Sementara itu, jika dipetakan secara wilayah, hasilnya jauh lebih buruk lagi. Wiku mengatakan, kepatuhan memakai masker hanya 9% dari 512 kabupaten,kota. Lalu yang paling riskan lagi adalah kurang dari 4% dari 512 kabupaten,kota yang patuh dalam menjaga jarak.