Teman Dekat Presiden Putin Diklaim Membayar Semua "Gundik' Putin

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 11 Desember 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 18 2325801 teman-dekat-presiden-putin-diklaim-membayar-semua-gundik-putin-Rvlr6eUwzp.jpg Foto: Aeroexpress

RUSIA - Teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin diketahui menjalankan operasi “gaya ayah baptis” yang membayar sejumlah gundik yang dimiliki para pemimpin Rusia. Termasuk Putin.

Pria yang diduga memegang “dompet Putin” ini adalah jutawan Yury Kovalchuk, 69, yang digambarkan sebagai orang terkuat kedua di Rusia oleh media oposisi Proekt Media.

“Ini adalah Yury Kovalchuk, teman lama Vladimir Putin dan kemungkinan besar adalah orang paling berpengaruh kedua di Rusia,” tulis laporan itu.

“Berkat kedekatan yang luar biasa dengan presiden, Kovalchuk bertanggung jawab atas politik dan media dalam negeri,” terangnya, dikutip The Sun.

“Jadi Putin ketika menjadi presiden juga membutuhkan Consigliere pribadinya, orang yang bertanggung jawab atas bank pribadinya, semua politik internal Rusia, media yang setia, dan aset utama - para wanitanya,” jelasnya.

Melalui informasi yang bocor menunjukkan jika kelompok media pro-Kremlin yang memiliki hubungan dekat dengan Kovalchuk, membayar seorang wanita yang diduga kekasih Putin, pesenam Olimpiade Alina Kabaeva, 37, sebesar hampir 8 juta poundsterling (Rp150 miliar) setahun. Tak hanya itu, Kabaeva pun diangkat menjadi pimpinan di perusahaan National Media Group.

“Kovalchuk memiliki keponakan kesayangannya Kirill sebagai presidennya, dan mantan pesenam Alina Kabayeva sebagai Ketua dewan National Media Group,” beber Proekt.

(Baca juga: Skandal 42 Bayi dan 13 Ibu Melahirkan Meninggal, Keluarga Kecam Rumah Sakit)

Tak hanya itu, saham dengan nilai yang sama di Rossiya Bank diatur sebagai tunjangan untuk mantan kekasih Putin lainnya, yakni Svetlana Krivonogikh. Proekt mengklaim jika Svetlana adalah ibu dari putri rahasia Putin, yang kini berusia 17 tahun.

“Consigliere presiden memberinya gaji 800 juta rubel (Rp153 miliar) setahun,” tulisnya.

“Mengapa semua wanita ini menerima 800 juta rubel (Rp153 miliar)?”

Laporan itu juga mengklaim kerajaan Kovalchuk juga memberikan dukungan finansial tidak langsung kepada dua putri Putin dari pernikahannya dengan mantan ibu negara Rusia Lyudmila, yang berakhir pada 2013. Yaitu Maria Vorontsova, 35, dan Katerina Tikhonova, 34.

“Dengan kata lain, semua wanita penting Putin telah diselesaikan oleh Consigliere pribadinya,” urai laporan itu .

“Masa depan Katerina, Maria, Svetlana dan Alina berada di tangan yang aman dari Yury Kovalchuk,” jelasnya.

“Di belakang punggung Don Vito Corleone selalu terlihat Consigliere pribadinya,” papar laporan yang mengklaim telah memperoleh detail eksklusif tentang remunerasi wanita yang dekat dengan Putin.

Kovalchuk yang diperkirakan memiliki kekayaan sebesar 1,8 miliar poundsterling (Rp33,8 triliun) dilaporkan mengendalikan secara langsung atau tidak langsung media tradisional Rusia sekitar 90 persen.

“Seperti raja di masa lalu, presiden Rusia memiliki seorang pria istimewa yang bertanggung jawab atas bagian paling rahasia dari kehidupan penguasa - uangnya, wanitanya, dan waktu luangnya,” uari laporan itu.

Termasuk ketika Putin melakukan isolasi virtual untuk pandemi, sang oligarki - yang dijuluki “bankir Putin'”, tetap berada bersamanya.

Sumber yang dikutip oleh Proekt ini menggambarkan Kovalchuk sebagai seorang “jenius” yang berbagi cara berpikir dan selera humor dengan Putin.

Sementara itu, juru bicara (jubir) Putin, Dmitry Peskov mengatakan jika Presiden diserang atas serangkaian kebocoran yang diduga berkaitan dengan keluarga, kesehatan, dan kekayaannya.

Peskov mengatakan dia berharap kampanye akan berlanjut dan Kremlin segera mengetahui siapa yang berada di balik semua ini.

Jubir juga membantah klaim yang menyatakan jika Putin telah memiliki kantor replika yang dibangun di kediaman resminya di Laut Hitam, untuk membuatnya seolah-olah berada di Moskow ketika dia sebenarnya berada di resor Sochi.

Dia menggambarkan laporan itu dan laporan Proekt sebagai “omong kosong”.

Dia menegaskan Presiden Putin bekerja di Moskow. “Sudah saya katakan berkali-kali, bisa dibayangkan siapa yang ada di balik ini,” ujarnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini