Curah Hujan di Gunung Semeru Tinggi, Waspada Bahaya Lahar Dingin

Avirista Midaada, Okezone · Senin 14 Desember 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 519 2327210 curah-hujan-di-gunung-semeru-tinggi-waspada-bahaya-lahar-dingin-tHqD9soQ3r.jpg Petugas BPBD Lumajang meninjau aliran lahar dingin (Foto : BPBD Lumajang)

LUMAJANG - Curah hujan yang tinggi di kawasan Gunung Semeru membuat BPBD Kabupaten Lumajang meningkatkan kewaspadaan bahaya sekunder lahar dingin. Lahar dingin Gunung Semeru ini kerap muncul ketika hujan deras mengguyur kawasan lereng dan puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik Kabupaten Lumajang Wawan Hadi mengatakan, bila saat ini bahaya sekunder yang menjadi fokus utama selain bahaya primer dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru sendiri.

"Ini yang menjadi fokus utama kita di bahaya sekunder, sisa material di Curah Kobokan itu masih banyak, dan di bawahnya masih panas. Tiap hari hujan pasti ada pergeseran lah," ujar Wawan saat dihubungi Okezone, Senin (14/12/2020).

Menurut Wawan, pihaknya telah mengantisipasi bila terjadi lahar dingin dengan menempatkan petugas di empat titik sungai yang menjadi aliran lahar dingin Gunung Semeru.

"Tiap pos ada koordinatornya, di Curah Kobokan ada koordinator, Pos Sumbersari ada koordinator, pos gondeli ada koordinator, tinggal yang di posko utama, memastikan keadaan, kita turunkan sru (tim) beserta armada kemungkinan ada warga yang dievakuasikan gitu," tuturnya.

Pihak BPBD bahkan telah memasang pita dilarang melintas dan rambu tanda bahaya di sepanjang aliran sungai yang dilintasi aliran lahar dingin Gunung Semeru. Namun Wawan mengeluhkan terkadang warga terutama yang mengambil foto - foto itu tidak mengindahkan garis pita bahaya yang terpasang.

"Garis pertanda bahaya untuk pengamanan sudah kita pasang. Kita beri line (pita garis) BNPB itu, kita pasang rambu - rambu dan banner pemberitahuan juga sudah," kata dia.

Baca Juga : Rumah Ambruk Diterjang Longsor, Pasutri yang Tertimbun Selamat

Ia menyatakan, meski aktivitas vulkanik Gunung Semeru fluktuatif, bahaya aliran lahar yang mengalir ke sungai masih cukup nyata. Apalagi lahar tersebut memiliki suhu yang panas sehingga ketika bercampur dengan air maka akan menimbulkan asap.

Sebagai informasi status Gunung Semeru hingga saat ini masih berada di level 2 waspada. Dengan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini