14 Mantan Anggota DPRD Sumut Jalani Sidang Perdana Kasus Suap "Ketok Palu"

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Senin 14 Desember 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 608 2327535 14-mantan-anggota-dprd-sumut-jalani-sidang-perdana-kasus-suap-ketok-palu-lxH8ySykjE.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MEDAN - Sebanyak 14 orang mantan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014, jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara.

Mantan anggota DPRD ini didakwa menerima suap untuk menyetujui laporan pertanggungjawaban APBD, pengesahan APBD dan perubahan APBD tahun 2012 hingga 2015 dari Mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Sidang perdana kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh 14 orang mantan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009 - 2014, digelar secara virtual di ruang Cakra Delapan, Pengadilan Tipikor Medan, Sumatera Utara, Senin sore (14/12/2020).

Pada sidang perdana ini, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa ke-14 mantan anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 telah melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima hadiah atau janji karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya.

Ke-14 mantan anggota DPRD Sumatera Utara ini menerima uang bervariasi sebesar Rp300-700 juta lebih secara bertahap. Sesuai jabatan di DPRD Sumatera Utara pada saat itu. Sebagai suap yang diistilahkan dengan kompensasi uang ketok.

"Mereka didakwa melanggar undang undang tindak pidana korupsi," jelas Jaksa Penuntut Umum KPK, Ronald Ferdinand.

Sidang sendiri terbagi dalam lima berkas terpisah. Japorman Saragih, yang juga terdakwa mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara mengajukan berkas terpisah. Begitu juga dengan Layari Sinukaban. Sedangkan 12 anggota dewan lainnya menjadi tiga berkas terpisah.

Setelah mendengar dakwaan jaksa penuntut umum KPK, majelis hakim menunda sidang pada Senin minggu depan. Guna mendengarkan keterangan saksi-saksi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini