Pasutri Ditembak 75 Kali Saat Tinggalkan Kasino

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 16 Desember 2020 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328668 pasutri-ditembak-75-kali-saat-tinggalkan-kasino-PSUXqW9M15.jpg Foto: Newsflash

BRASILPasangan suami istri ditembak sebanyak 75 kali saat meninggalkan kasino dan hendak pulang di negara bagian Mato Grosso, Brasil dekat perbatasan dengan Paraguay.

Identitas korban diketahui bernama Wellington Bruno Alves, 27, dan istrinya Daiane Dias Constanci, 26. Mayat mereka ditemukan di dalam mobil yang dipenuhi peluru bersama dengan uang senilai 1.462 poundsterling (Rp28 juta).

Penembak itu pun langsung melarikan diri dari tempat kejadian tanpa mengambil uang atau perhiasan.

Laporan lokal mengatakan ada 75 bekas peluru dari beberapa senjata api di dalam mobil pasangan itu, yang mengisyaratkan kemungkinan ada beberapa pria bersenjata.

Polisi mengatakan keduanya tewas seketika. Total 11 peluru dari pistol dan 63 peluru senapan ditemukan di lokasi kejadian.

Anehnya, para pria bersenjata itu melarikan diri dari tempat kejadian tanpa mengambil uang tunai atau perhiasan yang tertinggal di dalam mobil.

Polisi Brasil langsung menutup tempat kejadian perkara dan menyelidiki kemungkinan motif di balik penembakan itu dengan bantuan polisi Paraguay.

(Baca juga: Pemburu Harta Karun Tolak Beri Lokasi Koin Emas Senilai Rp26 M)

Polisi mengungkapkan jika Alves, yang merupakan seorang tukang batu, menjalani hukuman non-penahanan karena perdagangan narkoba, setelah tertangkap mengangkut 500 kilogram ganja ke ibu kota negara bagian Mato Grosso do Sul, Campo Grande pada 2014 lalu.

Pada saat itu, Alves mengklaim dirinya tidak tahu barang apa itu dan dia mengangkutnya atas permintaan seorang teman.

Sementara itu, istrinya Constanci adalah seorang pelajar dan akan berusia 27 tahun pada 14 Desember mendatang. Dia telah menjalin hubungan dengan Alves setidaknya sejak Januari 2018.

Pasangan itu berasal dari Ponta Pora, yang dipisahkan dari kota Pedro Juan Caballero di Paraguay. Wilayah perbatasan ini terkenal karena perselisihan antara geng kriminal yang terlibat dalam perdagangan narkoba. Investigasi atas pembunuhan pasangan itu masih berlangsung.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini