Peneliti dari BNPT Lilik Purwandi mengungkapkan, survei yang dilakukan ini melibatkan 13.700 responden dari 32 provinsi dengan metode tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.
Selain generasi milenial yang rentan terpapar radikalisme, survei juga menemukan potensi radikalisme yang lebih tinggi di kalangan perempuan daripada laki-laki.
"Perempuan memiliki potensi 12,3%, sedangkan laki-laki 12,1%," kata Lilik.
Temuan lainnya yaitu potensi radikalisme di kalangan kaum urban yang lebih tinggi dari kalangan rural.
"Namun secara umum, potensi radikalisme tahun ini turun dari tahun sebelumnya," ujarnya.
(Khafid Mardiyansyah)