Menurut pernyataan itu, pihak berwenang China "memanfaatkan informasi yang diberikan oleh Jin untuk membalas dan mengintimidasi peserta" yang tinggal di China atau anggota keluarga dari peserta yang berbasis di negara tersebut.
Pernyataan itu tidak menyebutkan nama Zoom, tetapi perusahaan mengonfirmasi bahwa mantan karyawannya telah didakwa.

"Kami mengetahui selama penyelidikan kami bahwa mantan karyawan yang berbasis di China yang didakwa hari ini melanggar kebijakan Zoom dengan, antara lain, mencoba untuk menghindari kontrol akses internal tertentu," katanya.
Perusahaan menambahkan bahwa karyawan "mengambil tindakan yang mengakibatkan penghentian beberapa pertemuan untuk mengenang peristiwa Lapangan Tiananmen dan pertemuan yang melibatkan kegiatan keagamaan dan/atau politik" dan "juga membagikan atau mengarahkan pembagian data pengguna individu dalam jumlah terbatas ke pihak berwenang China" .
Jin tinggal di China dan tidak berada dalam tahanan AS. Ia menghadapi ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Apa yang terjadi di Lapangan Tiananmen pada 1989?
Pengunjuk rasa pro-demokrasi menduduki Lapangan Tiananmen pada bulan April 1989 dan memulai demonstrasi politik terbesar dalam sejarah komunis China. Demonstrasi itu berlangsung enam minggu dan sebanyak satu juta orang ambil bagian.
Setelah pembantaian itu, pihak berwenang menyatakan tidak ada yang ditembak. Diperkirakan, mereka yang terbunuh dalam penumpasan itu berkisar ratusan hingga ribuan jiwa.
China tidak pernah memberikan angka resmi berapa banyak korban yang tewas.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.