Laporkan Langsung Awal Kemunculan Virus Corona, Jurnalis Dihukum 4 Tahun Bui

Agregasi VOA, · Selasa 29 Desember 2020 04:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 18 2335331 laporkan-langsung-awal-kemunculan-virus-corona-jurnalis-dihukum-4-tahun-bui-PmldlxpE4K.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

SEORANG jurnalis warga China dihukum penjara empat tahun karena laporan streaming langsungnya dari Wuhan sewaktu wabah Covid-19 terungkap, kata pengacaranya hari Senin (28/12), hampir satu tahun setelah rincian mengenai “pneumonia karena virus yang tidak diketahui” muncul di kota di China Tengah itu.

Zhang Zhan, mantan pengacara, dijatuhi hukuman itu dalam persidangan singkat di sebuah pengadilan di Shanghai karena dituduh “memicu pertengkaran dan memancing masalah” atas laporannya pada tahap-tahap awal wabah.

Laporan langsung dan esainya dibagikan secara luas di berbagai platform media sosial pada bulan Februari, sehingga menarik perhatian pihak berwenang. Sejauh ini telah delapan pelapor virus dihukum sementara pihak berwenang berusaha menyingkirkan kritik atas tanggapan pemerintah terhadap wabah, menurut AFP.

Beijing membanggakan diri atas keberhasilannya yang “luar biasa” dalam mengendalikan virus itu di wilayahnya dengan kebangkitan kembali ekonominya, sementara sebagian besar wilayah lain di dunia masih kesulitan menghadapi lockdown dan kasus yang melonjak setahun sejak pandemi bermula di Wuhan.

Mengontrol arus informasi selama krisis kesehatan global yang belum pernah terjadi ini sangat penting dalam membuat pihak berwenang China mengubah narasi demi kepentingan mereka. Namun hal tersebut dibayar mahal oleh siapapun yang mengkritik narasi tersebut.

“Zhang Zhan tampak hancur sewaktu hukuman diumumkan,” kata Ren Quanniu, salah seorang pengacara pembela Zhang, kepada wartawan sewaktu mengukuhkan tentang hukuman penjara empat tahun di luar gedung pengadilan di Shanghai Senin pagi.

Ibu Zhang terisak-isak keras sewaktu vonis dibacakan, lanjut Ren.

Kekhawatiran meningkat mengenai kesehatan perempuan berusia 37 tahun itu yang memulai aksi mogok makan pada Juni lalu dan dipaksa makan melalui selang yang dimasukkan ke hidungnya.

“Ia mengatakan sewaktu saya mengunjunginya pekan lalu, ‘kalau mereka memberi saya hukuman berat maka saya akan menolak makan sampai saat terakhir.’ … Ia mengira ia akan mati di penjara,” kata Ren sebelum persidangan.

Otoritas komunis China memiliki riwayat mengadili pembangkang antara Natal dan Tahun Baru untuk meminimalkan pengawasan negara-negara Barat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini