Beijing Kembali Berlakukan Lockdown Akibat Covid-19

INews.id, · Selasa 29 Desember 2020 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 18 2335885 beijing-kembali-berlakukan-lockdown-akibat-covid-19-z1TX7h9Ftj.jpg Kota terlarang, salah satu ikon budaya di Kota Beijing, China. (Ilustrasi/Foto : AFP)

BEIJING – Otoritas Beijing, China, kembali menerapkan lockdown atau karantina wilayah pada Selasa (29/12/2020). Lockdown itu dilakukan secara parsial dengan sebanyak 10 area di Distrik Shunyi ditutup.

Lockdown tersebut menjadi yang pertama diberlakukan di Beijing sejak pandemi Covid-19 terakhir melanda daerah tersebut pada Juni dan Juli lalu.

Sejak 18 Desember ketika kasus pertama kembali ditemukan, Beijing mencatat 16 kejadian infeksi virus corona dan 3 kasus tanpa gejala. Kasus tersebut sebagian besar kasus ditemukan di Distrik Shunyi yang terletak di bagian timur laut kota itu.

Enam desa di distrik itu, termasuk tiga bangunan dan satu zona industri, berada dalam daftar kawasan yang ditutup itu, kata seorang pejabat Kota Beijing.

Jumlah kasus baru Covid-19 yang dikonfirmasi di Beijing saat ini tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan kejadian infeksi yang dicatat pada Juni dan Juli lalu. Meski begitu, otoritas Beijing tetap memperketat upaya pengendalian wabah virus corona—yang telah muncul di tiga distrik, tempat ratusan ribu penduduk telah diuji.

“(Upaya) pencegahan dan pengendalian Covid di ibu kota perlu memulai mode darurat,” kata seorang juru bicara Pemerintah Kota Beijing dalam konferensi pers yang digelar hari ini, dikutip Reuters.

Baca Juga : Laporkan Langsung Awal Kemunculan Virus Corona, Jurnalis Dihukum 4 Tahun Bui

Pemerintah kota itu juga telah membatalkan berbagai agenda pertemuan skala besar seperti pameran kuil dan acara-acara olahraga. Mereka juga bakal mengendalikan jumlah peserta acara lainnya yang digelar secara offline.

Pada Minggu (27/12/2020), Pemerintah Beijing mengumumkan rencana untuk menambah jumlah gerbong pada sistem kereta rel listrik (KRL). Langkah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang lebih tersebar dalam jarak yang renggang.

Pemerintah kota itu juga membatasi kehadiran pengunjung di tempat-tempat wisata dan tempat hiburan hingga 75 persen dari kapasitas.

Baca Juga : WHO Siap Kirim Tim Penyelidik ke China untuk Investigasi Covid-19

Pemerintah Beijing juga meminta warga untuk tetap tinggal di rumah selama musim liburan. Petugas di Distrik Yanqing bahkan menyalakan pengeras suara untuk menyampaikan pesan tersebut kepada penduduk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini