Viral Perempuan Manado Tanpa Busana di Jalan Sambil Marah-Marah

INews.id, · Selasa 29 Desember 2020 05:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 340 2335349 viral-perempuan-manado-telanjang-di-jalan-sambil-marah-marah-3xPQBmvLwC.jpg Foto: Shutterstock

MANADO - Rekaman video pendek seorang perempuan muda tak dikenal berjalan kaki dalam kondisi telanjang di Kota Manado, Sulawesi Utara viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Dalam tayangan, tampak perempuan tersebut marah-marah dan melontarkan kata-kata kasar kepada seseorang.

Ada dua video yang beredar, pertama saat sang perempuan berkulit putih diduga memiliki gangguan mental berjalan di depan Kawasan Megamas Manado. Kemudian video saat dia berdiri di atas kap mobil Avanza berwarna ungu sambil memamerkan alat vitalnya kepada orang-orang di samping jalan.

Video itu pun sontak membuat masyarakat Sulut bereaksi di medsos. Muncul ribuan postingan foto sang pelaku yang diperkirakan warga Manado hingga mengundang berbagai komentar netizen.

Merespons video viral tersebut, polisi meminta masyarakat agar tidak ikut menyebarluaskannya. Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Thommy Aruan menyebutkan, ada ancaman pidana yang diatur dalam Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bagi penyebar konten video asusila.

“Menyebar konten termasuk ke dalam kategori tindak pidana dan dapat dipenjara,” kata Aruan Senin (28/12/2020).

 Penyebaran konten video bermuatan asusila dapat masuk kategori hukum yang diatur dalam Pasal 45 Ayat 1 dan Pasal 27 Ayat 1.

“Pelanggaran dan perbuatan tindak pidana pastinya akan dilakukan proses penyidikan,” ujarnya.

Terpisah, Psikiater RSUD Prof Ratumbuysang Manado dr Frida Agu mengatakan, perbuatan ini bisa jadi merupakan perilaku mental yang menyimpang atau disebut ekshibionisme, yakni perilaku gemar mempertontonkan tubuh di depan umum.

“Bisa diakibatkan tekanan stres yang mengakibatkan gangguan mental dan dalam beberapa kasus juga bisa dipengaruhi obat-obatan terlarang. Tentunya dengan terapi dan pendampingan keluarga dan psikiater masih bisa disembuhkan,” katanya. (kha)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini