Share

Spanyol Akan Catat Warga yang Tolak Vaksin Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 30 Desember 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 18 2336350 spanyol-akan-catat-warga-yang-tolak-vaksin-covid-19-Q4slYA9jw9.jpg Foto: CNN

MADRID – Warga Spanyol yang menolak untuk divaksinasi Covid-19 akan dimasukan ke daftar baru yang akan dibagikan ke negara-negara Uni Eropa lainnya.

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan Spanyol Salvador Illa. “Apa yang akan dilakukan adalah pendaftaran orang-orang yang telah ditawari vaksin dan ditolak begitu saja,” terang Illa kepada saluran TV Spanyol, TV La Sexta.

Illa mengatakan vaksinasi Covid-19 tidak akan diwajibkan. Dia menekankan informasi dalam register tidak akan dipublikasikan, sejalan dengan undang-undang perlindungan data Spanyol.

Kendati demikian, para profesional perawatan kesehatan telah memperingatkan hal itu bisa menghadirkan potensi bahaya.

“Yang paling penting adalah mengetahui bagaimana pendaftaran itu akan digunakan,” ujar Wakil Direktur Dewan Umum Keperawatan Spanyol, Jose Luis Cobos.

“Jika itu untuk tujuan kesehatan masyarakat, untuk lebih memahami Covid, dan anonim, itu satu hal,” katanya.

“Tapi jika saya sekarang ada dalam daftar orang jahat, itu hal lain. Kami tidak berpikir daftar harus digunakan untuk melanggar kebebasan,” tambahnya.

(Baca juga: WHO Ingatkan Pandemi yang Lebih Menakutkan dari Covid-19)

Sementara itu, Kepala Badan Obat Spanyol, Maria Jesus Lamas, mengatakan kepada radio SER Spanyol jika daftar baru akan digunakan untuk memahami penyebab di balik penurunan vaksinasi seperti keraguan atau penolakan.

“Pendaftaran itu anonim. Tidak ada peluang untuk mengidentifikasi siapa pun di pendaftaran itu.” terangnya.

Di wilayah selatan Andalusia, orang saat ini muncul dalam daftar jika mereka diberi vaksin, termasuk nomor batch dan siapa yang memberikannya, untuk tujuan pengendalian kualitas.

Juru bicara departemen kesehatan Andalusia mencatat tidak ada registrasi untuk anggota masyarakat umum yang menolak vaksinasi, meskipun petugas kesehatan Andalusia harus menandatangani dokumen jika mereka menolak vaksinasi.

Diketahui, Spanyol mulai memberikan vaksin virus corona Pfizer-BioNTech kepada warga pada Minggu (27/12) , setelah disahkan oleh regulator Uni Eropa pekan lalu.

Spanyol memiliki jumlah kasus virus corona terbesar kesembilan di dunia. Yakni lebih dari 1,8 juta dan jumlah kematian tertinggi kesepuluh, lebih dari 50.000 kematian.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini