“Vas itu telah menjadi koleksi pribadi Irlandia sejak 1938 ketika dibeli di pelelangan umum di Irlandia, turun dari generasi ke generasi,” terangnya, dikutip Daily Mail.
“Kami dan vendornya sama-sama menyadari ini adalah bagian penting, tetapi sangat sulit untuk menghargai keramik China,” ungkapnya.
“Itu adalah perkiraan konservatif dan peran kami sebagai rumah lelang adalah membawa vas tersebut ke pembeli potensial,” jelasnya.
“Ini adalah hasil yang fenomenal dan ada perasaan yang menggetarkan saat penawaran naik dan naik sampai vas itu diakuisisi oleh pembeli dari Taiwan,” tambahnya.
Vas itu memiliki pegangan “naga ganda” yang langka dan memiliki tanda enam karakter dari Kaisar Cina Yongzheng.
Harga yang dibayarkan penawar tertinggi menunjukkan jika penawar percaya jika vas itu dibuat untuk Yongzheng yang memerintah di Dinasti Qing antara 1722-35.
Di situs web Sheppard, vas tersebut telah diberi deskripsi singkat katalog. “Vas celadon Cina berbentuk amphora yang dihiasi dengan gagang naga ganda, dan tanda segel di alas.”
Hanya segelintir vas “naga ganda” dari ukuran, bentuk, dan lapisan kaca. Salah satunya diketahui ada di Museum Seni Cleveland.
Vas serupa dari zaman Yongzheng lainnya dijual seharga 12,4 juta poundsterling (Rp236 miliar) di pelelangan Christie di Hong Kong pada 2017.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.