Iran Sita Kapal Tanker Korsel, Mulai Pengayaan Uranium Hingga 20 Persen

Agregasi VOA, · Selasa 05 Januari 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 18 2338984 iran-sita-kapal-tanker-korsel-mulai-pengayaan-uranium-hingga-20-persen-E1xXGylHOW.jpg Kapal tanker berbendera Korea Selatan disita Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz, 4 Januari 2021. (Foto: Reuters)

TEHERAN – Garda Revolusi Iran pada Senin (4/1/2021) menyita sebuah kapal tanker berbendera Korea Selatan di Selat Hormuz, Teluk dan menahan krunya, demikian diwartakan media Iran. Penyitaan ini terjadi di saat negara itu mulai memperkaya uranium hingga 20% di fasilitas nuklir bawah tanahnya, yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan.

Jaringan Penyiaran Iran, IRINN melaporkan bahwa kapal tanker itu disita karena melanggar pedoman lingkungan. Kapal tanker ini diarahkan ke salah satu pelabuhan Iran untuk selanjutnya diselidiki pelanggarannya. Kapal itu membawa 7.200 ton ethanol dari Arab Saudi menuju Korea Selatan.

BACA JUGA: Iran Kembali Sita Kapal Tanker Asing di Teluk

Kantor berita Iran lainnya Fars dan Tasnim mengatakan awak yang ditangkap di kapal tanker yang disita itu adalah warga negara yang berasal dari Korea, Indonesia, Myanmar dan Vietnam.

Rincian baru itu muncul setelah Teheran mengakui pihak berwenang menghentikan kapal MT Hankuk Chemi atas dugaan “pencemaran minyak” di Teluk Persia dan semenanjung itu.

Sementara itu, Iran juga mengumumkan dimulainya pengayaan uranium di fasilitas nuklir Fordo, yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS).

Stasiun televisi IRINN yang mengutip juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei mengatakan, Presiden Hassan Rouhani memerintahkan tindakan di fasilitas Fordo itu.

“Juru bicara pemerintah (Ali Rabiei) mengumumkan proses penyuntikan gas ke sentrifugal untuk pengayaan uranium 20 persen telah dimulai. Rabiei mengatakan dalam beberapa jam, produk pertama UF6 atau uranium yang diperkaya akan dihasilkan. Menurut juru bicara pemerintah, presiden memerintahkan pengayaan 20 persen selama beberapa hari terakhir”.

BACA JUGA: IAEA: Iran akan Perkaya Uranium Hingga 20%

Uni Eropa, pada Senin memperingatkan tindakan Iran memperkaya uranium sampai 20 persen itu merupakan upaya Teheran untuk melanggar komitmennya terhadap perjanjian nuklir 2015.

"Jika hal itu dilaksanakan, sesuai pengumuman oleh pihak berwenang Iran ini, maka ini merupakan pelanggaran komitmen Iran pada perjanjian nuklir JCPOA yang berdampak serius pada non proliferasi nuklir," kata Juru Bicara Komisi Uni Eropa Peter Stano sebagaimana dilansir VOA.

Keputusan Iran untuk mulai memperkaya kemurnian uraniumnya menjadi 20 persen satu dekade lalu hampir memicu serangan Israel pada fasilitas nuklir Iran. Ketegangan itu baru mereda setelah tercapai perjanjian nuklir 2015.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam reaksinya terhadap perkembangan baru ini mengatakan tindakan Iran menunjukkan “niat negara itu mengembangkan program nuklir untuk militer.”

Dimulainya kembali pengayaan uranium 20 persen bisa menghidupkan kembali ketegangan karena tingkat pemurnian tersebut hanya satu langkah teknis saja dari pencapaian tingkat persenjataan 90 persen.

Tindakan Iran dilakukan setelah parlemen Iran mensahkan RUU yang kemudian disetujui pengawas konstitusi guna menaikkan pengayaan uranium dan dilakukan untuk menekan Eropa agar melonggarkan sanksi-sanksinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini