Viral Ayah Siksa Istri dan 2 Anak Kandungnya

Erwin Syahputra Nasution, iNews · Selasa 05 Januari 2021 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 608 2338925 viral-ayah-siksa-istri-dan-2-anak-kandungnya-SgIgvKc9LP.jpg Video seorang suami menyiksa istri dan kedua anak kandungnya/Foto: tangkapan layar

LANGKAT - Polres Langkat, Sumatera Utara menangkap seorang lelaki yang kerap menganiaya istri dan dua anak kandungnya. Kepolisian bergerak cepat berbekal video penyiksaan yang viral di media sosial.

Warga Kabupaten Langkat dalam beberapa hari terakhir dihebohkan dengan video penyiksaan seorang lelaki terhadap dua anak kandungnya.

Dalam video yang beredar, pelaku bernama Sumisno terlihat sedang mengamuk dan menganiaya anaknya yang berusia 15 tahun.

video ini direkam seorang bidan desa yang kebetulan sedang berada di rumah pelaku. Kala itu, sang bidan sedang mengobati anak ketiga pelaku yang juga menjadi korban penyiksaan.

Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga langsung memerintahkan personel Satreskim mendatangi rumah pelaku.

Baca juga: Sebulan 3 Bocah di Langkat Hilang, Orangtua Masih Berharap Anaknya Ditemukan

Pelaku ternyata sudah melarikan diri. Polisi langsung mengejar dan beruntung pelaku berhasil ditangkap di dalam bus di Terminal Pasar 10, Kecamatan Hinai Langkat. Dari pemeriksaan petugas, pelaku mengaku khilaf memukuli anak anaknya.

ayah

Foto: Tersangka penganiaya istri dan kedua anak kandungnya 

Kanit PPA Polres Langkat Iptu Nelson Manurung mengatakan, tersangka akan dikenakan pasal penyiksaan dan perlindungan perempuan dan anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

"Pelaku diduga melakukan penyiksaan karena pengaruh narkoba jenis sabu sabu dan himpitan ekonomi," kata Nelson.

Sementara itu, istri pelaku, Saniyem mengaku penyiksaan yang dilakukan suaminya karena berbagai hal. Salah satunya, meminta uang namun tidak diberikan.

Selain itu, anaknya yang berusia 15 tahun dan 6 tahun juga mengalami memar di sekujur tubuh karena penyiksaan tersangka. Pelaku juga memaksa Saniyem menjual diri untuk mendapatkan narkoba.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini