4 Tewas, Puluhan Ditangkap Setelah Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 07 Januari 2021 14:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 18 2340505 4-tewas-puluhan-ditangkap-setelah-massa-pendukung-trump-serbu-gedung-capitol-qyv1kM9ZMN.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON, DC - Empat orang tewas dan 52 ditangkap setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan Kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden, kata kepala polisi Washington, DC, Rabu (6/1/20210) malam.

Dalam konferensi pers larut malam, Kepala Departemen Kepolisian Metropolitan Robert J. Contee mengatakan 47 dari 52 penangkapan hingga saat ini terkait dengan pelanggaran jam malam yang diberlakukan Wali Kota Muriel Bowser mulai pukul 6 sore.

BACA JUGA: Peluang Bisnis, Pedagang Ini Berjualan Ayam Goreng di Tengah Kerusuhan Gedung Capitol

Sebanyak 26 di antara penangkapan itu melibatkan orang-orang yang ditangkap di wilayah Capitol. Sementara beberapa orang lainnya ditangkap dengan tuduhan terkait membawa senjata api tanpa izin atau terlarang.

Contee mengatakan pihak keamanan menemukan dua bom pipa dari markas besar komite nasional Republik dan Demokrat, serta pendingin dari kendaraan di halaman Capitol AS yang berisi bom molotov.

Dia menolak untuk mengidentifikasi wanita yang ditembak dan dibunuh oleh petugas Kepolisian Capitol, dengan mengatakan pemberitahuan dari keluarga terdekat masih menunggu. Tiga orang lainnya meninggal karena keadaan darurat medis, sementara 14 petugas polisi mengalami luka-luka, dudai antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Jumlah orang yang ditangkap terkait kerusuhan ini kemungkinan masih akan bertambah, dengan pihak berwenang berusaha mengidentifikasi para perusuh, termasuk orang-orang yang berpose untuk foto di dalam Capitol dan dapat dilihat dalam video viral di media sosial tanpa mengenakan masker.

BACA JUGA: 2 Pejabat Gedung Putih Mundur Usai Kerusuhan di Capitol

"Kami akan mengawasi," kata Wali Kota Bowser. "Beberapa dari mereka, kami pikir... harus bertanggung jawab atas kekacauan itu."

Pada Rabu malam, FBI juga meminta publik untuk mengirimkan tip, seperti gambar, video, dan informasi lain untuk membantu agen mengidentifikasi orang yang "secara aktif memicu kekerasan".

Bowser juga memperpanjang deklarasi darurat publik selama 15 hari, tindakan yang menurutnya akan memungkinkannya membatasi pergerakan orang di sekitar kota jika perlu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini