Bentrokan Polisi dan Geng Kriminal di Ibu Kota Venezuela Tewaskan 23 Orang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 11 Januari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 18 2342350 bentrokan-polisi-dan-geng-kriminal-di-ibu-kota-venezuela-tewaskan-23-orang-riuZxo493c.jpg Ilustrasi.

CARACAS - Setidaknya 23 orang tewas dalam bentrokan antara polisi dan geng kriminal di Ibu Kota Venezuela Caracas yang terjadi selama akhir pekan. Kejadian ini dilaporkan aktivis hak asasi manusia dan kanal berita di saat pemerintah menghadapi pengawasan internasional terkait pembunuhan oleh pasukan keamanan.

Pertumpahan darah itu dimulai pada Jumat (8/1/2021) sore dengan operasi oleh dua unit polisi - Pasukan Aksi Khusus, yang dikenal sebagai FAES, dan Unit Operasi Taktis Khusus, yang dikenal sebagai UOTE - di lingkungan yang dipenuhi geng di La Vega. Bentrokan berlanjut hingga Sabtu (9/1/2021),demikian dilaporkan aktivis Marino Alvarado di Twitter.

BACA JUGA: Komandan Polisi Meksiko Ditemukan Terpenggal Empat Hari Setelah Diculik Kartel Narkoba

"Sejauh yang saya ingat, ini adalah operasi 'keamanan warga' dengan jumlah korban terbesar," kata Alvarado, yang berafiliasi dengan kelompok hak asasi PROVEA sebagaimana dilansir Reuters.

Menurut beberapa laporan baik dari aktivis dan surat kabar, tampaknya tidak ada kematian polisi dari konfrontasi tersebut.

Sebuah misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menemukan bahwa pemerintah Presiden Nicolas Maduro telah melakukan pelanggaran HAM yang sistematis yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, tahun lalu menyerukan agar FAES dibubarkan karena perannya dalam pembunuhan di luar hukum.

BACA JUGA: Perang Polisi vs Gangster Tewaskan Warga Sipil

Baik kementerian informasi Venezuela maupun kantor kepala kejaksaan segera membalas permintaan komentar pada Minggu (10/1/2021). Pemerintah mengatakan laporan misi pencari fakta PBB "diganggu dengan kepalsuan."

Venezuela adalah salah satu negara paling kejam di dunia, dengan tingkat pembunuhan sekitar 45,6 per 100.000 penduduk pada tahun 2020, menurut organisasi nirlaba Observatorium Kekerasan Venezuela.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini