Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Naik Helikopter Caracal, Asops KSAU Tinjau Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Riezky Maulana , Jurnalis-Senin, 11 Januari 2021 |15:18 WIB
Naik Helikopter Caracal, Asops KSAU Tinjau Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air
dok: Sindonews
A
A
A

JAKARTA - Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops KSAU) Marsda Henri Alfiandi meninjau langsung lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepulauan Seribu, Senin (11/1/2021).

(Baca juga: Black Box Sriwijaya Air Dikabarkan Ditemukan, Basarnas Fokus Pencarian Korban)

Asops KSAU Marsda Henri Alfiandi akan meninjau lokasi melalui pantauan udara menggunakan Helikopter EC-725 Caracal.

Pantauan MNC Portal di Suma 1 Baseops Lanud Halim Perdanakesuma, Jakarta Timur, Asops lepas landas sekira pukul 14.05 WIB. Sebelum lepas landas, Asops menuturkan bahwa fokus pencarian  korban Sriwijaya Air pada hari ini adalah untuk mencari jasad yang diperkirakan sudah mulai muncul ke atas permukaan.

(Baca juga: Jokowi Dikabarkan Ajukan Komjen Listyo Jadi Calon Kapolri ke Komisi III)

"Sekarang, sudah mulai ya, dua atau tiga adalah hitungan kita, biasanya itu sudah akan keluar jasad atau material yang lain dan kita akan ambil pakai helikopter," ujarnya di lokasi.

Dia melanjutkan, selain mencari para jasad korban, pihaknya juga akan menyisir luasnya lautan melalui udara untuk mencari puing-puing material pesawat. Menurutnya, alur penyisiran dilakukan melalui arah barat ke timur, mengikuti arus laut.

"Sekarang itu serpihannya sudah jauh dari titik itu. Kita sekarang tugas itu mencari debris yang jatuh itu larinya kemanas. Kalah sesuai dengan arus laut yang kita perkirakan dari barat ke timur. Mudah-mudahanan kecepatan arus tidak cepat jadi tidak terlalu jauh,"tandasnya.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sementara itu, 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik kepolisian, TNI, maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah armada angkatan laut milik TNI dikerahkan, sekitar 10 kapal diterjunkan ke lokasi diduga jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Di antara kapal-kapal TNI AL yang dikerahkan, yakni KRI Teluk Gilimanuk-531 mengangkut para kru SAR dan juga awak media, KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement