BTS yang Dibakar KKB di Puncak Papua Milik Palapa Ring Timur

Antara, · Senin 11 Januari 2021 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 340 2342684 bts-yang-dibakar-kkb-di-puncak-papua-milik-palapa-ring-timur-cseBvFAIQo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAYAPURA - Manajemen Telkomsel Wilayah Maluku dan Papua menyatakan base transceiver station (BTS) yang dibakar di Kabupaten Puncak, Papua milik Palapa Ring Timur. Diduga dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Akibat adanya kebakaran tersebut, mengakibatkan layanan 4G Telkomsel di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak mengalami gangguan sejak 4 Januari 2021, pukul 14.53 WIT, kata

Saat ini, pelanggan Telkomsel di wilayah Ilaga Kabupaten Puncak tetap dapat menikmati layanan komunikasi 2G. Layanan tersebut menggunakan transmisi IDR atau satelit, kata General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku & Papua Adi Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Senin (11/1/2021) di Jayapura.

Baca Juga: BTS di Papua Dibakar KKB, Polisi Bergerak Lakukan Penyelidikan

Diakui, seluruh tower beserta infrastrukturnya yang terbakar operasionalnya di bawah Palapa Ring Timur dan bukan milik atau wewenang Telkomsel.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya yang terjadi kepada pelanggan Telkomsel di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, " kata General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku & Papua Adi Wibowo dapam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jayapura.

Politisi asal Papua yang duduk di Komisi I DPR RI Yan Permenes Mandenas menyayangkan dibakar towernya tersebut oleh orang tak dikenal (OTK) mengingat dengan adanya BTS itu menyebabkan masyarakat dapat berkomunikasi dengan sanak keluarga yang tinggal diluar Kabupaten Puncak.

"Saya sudah sempat berkunjung ke Ilaga, ibu kota Kab. Puncak bulan Oktober 2020 untuk melihat pembangunan BTS PT. Palapa Timur Telematika (PTT), dilanjutkan dengan penyambungan kabel optik oleh PT. Telkom Wilayah Papua dalam waktu satu bulan agar masyarakat bisa menikmati jaringan 4G dengan kuota internet yang cukup dari kurang lebih 10 MBPS menjadi kurang lebih 100 MBPS," tambahnya.

Baca Juga: Helikopter SGI Diberondong Peluru di Tembagapura, Pelakunya Diduga KKB Kalikopi

Sebelumnya, Kapolres Puncak AKBP Decky Saragih mengatakan, saat ini anggotanya masih menyelidiki kasus dibakarnya dua BTS yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Dari laporan yang diterima insiden pembakaran kedua BTS diketahui dari laporan yang disampaikan tim Palapa Ring Timur yang melakukan pengecekan menggunakan helikopter Sabtu (9 Januari) lalu,

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini