China Catat Lonjakan Tertinggi Kasus Baru Covid-19 dalam Satu Hari

Agregasi VOA, · Kamis 14 Januari 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344107 china-catat-lonjakan-tertinggi-kasus-baru-covid-19-dalam-satu-hari-CM4kVe259K.jpg Foto: China News

CHINA - China mencatat kenaikan harian tertinggi kasus baru virus corona sejak Juli lalu. Kenaikan ini dipicu setelah munculnya satu klaster kasus di Provinsi Hebei, China Utara.

Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 115 kasus baru pada Selasa (12/1), dengan 90 kasus di provinsi Hebei, di seputar Beijing. Komisi ini juga menyatakan 107 kasus baru merupakan transmisi lokal, peningkatan tertinggi dalam satu hari sejak 30 Juli.

Para pejabat di provinsi Hebei telah memerintahkan “lockdown” di beberapa kota. Sedangkan pihak berwenang di provinsi Heilongjiang di bagian timur laut, yang mencatat 16 kasus baru, telah menetapkan “situasi darurat” bagi seluruh provinsi itu dan 37 juta warganya.

Sementara itu, para peneliti Brasil menyatakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan China Sinovac Biotech menunjukkan efektivitas keseluruhannya sekitar 50 persen setelah uji coba berskala besar di negara itu, jauh di bawah 78 persen efektivitasnya terhadap kasus-kasus sedang hingga berat sebagaimana yang diumumkan pekan lalu.

Dikutip VOA Indonesia, para peneliti menyatakan data paling baru itu mencakup hasil dari satu kelompok partisipan yang melaporkan kasus infeksi yang “sangat ringan”, yang menjelaskan selisih besar di antara kedua angka tersebut.

(Baca juga: Ini Alasan Kenapa Trump Dimakzulkan)

Diketahui, Vaksin Sinovac telah disetujui untuk penggunaan darurat di tanah air. Presiden Joko Widodo menerima suntikan perdana vaksin itu pada Rabu (13/1). Penyuntikan ini sekaligus meluncurkan program vaksinasi terhadap 181 juta warga di berbagai daerah di Indonesia.

Di Jepang, PM Yoshihide Suga, pada Rabu (13/1) mengumumkan pemerintah memperluas situasi darurat ke tujuh prefektura lainnya di bagian tengah dan barat Jepang untuk membendung lonjakan virus corona baru. Keputusan baru iyang berlaku mulai Kamis (14/1) hingga 7 Februari akan berlaku untuk Osaka, Kyoto, Hyogo, Fukuoka, Aichi, Gifu dan Tochigi.

(Baca juga: Terkait Polemik Laut China Selatan, Indonesia Minta China Hormati Hukum Internasional)

Keputusan ini diambil lebih dari sepekan setelah PM Suga mengeluarkan pernyataan darurat untuk Tokyo dan prefektura tetangganya, Saitama, Chiba dan Kanagawa. Jepang mencatat total 302.740 kasus, termasuk lebih dari 4.000 kematian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), pada Selasa (12/1) menyatakan pengunjung internasional harus membawa bukti tes negatif Covid-19 sebelum terbang menuju AS. Berdasarkan peraturan baru yang akan berlaku mulai 26 Januari lalu itu, para pelancong harus memiliki hasil tes negatif tiga hari sebelum keberangkatan mereka.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini