Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Sela-Sela Pencarian Pesawat Sriwijaya Air, Basarnas Kirim Doa untuk Korban Gempa Majene

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 15 Januari 2021 |09:35 WIB
Di Sela-Sela Pencarian Pesawat Sriwijaya Air, Basarnas Kirim Doa untuk Korban Gempa Majene
Pencarian pesawat Sriwijaya Air. (Foto : Sindonews/Komaruddin Bagja)
A
A
A

JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) mengucapkan belasungkawa atas gempa bumi yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat. Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan sebelum operasi pencarian terhadap korban dan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Direktur Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas) Brigjen TNI Rasman mengatakan, gempa yang terjadi di Sulawesi Barat cukup besar. Ia berharap korban bisa diberikan keselamatan.

“Kita juga memberikan doa kepada masyarakat kita yang menimpa di Sulawesi Barat cukup besar dan banyak yang terjadi korban. Kita prihatin semoga masyarakat kita bisa selamat,” ucapnya di Dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menginformasikan warganya merasakan gempa kuat selama 5 hingga 7 detik. Gempa yang berpusat 6 km timur laut Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) membuat para warga panik.

Kepanikan membuat mereka keluar rumah. Laporan yang diterima Pusat Pengendali Operasi BNPB pada dini hari tadi menyebutkan masyarakat masih berada di luar rumah mengantisipasi gempa susulan.

Baca Juga : Dampak Gempa Magnitudo 6,2, Akses Jalan Majene-Mamuju Terputus

Sejumlah bangunan di Majene pun rusak imbas guncangan gempa sebesar 6,2 magnitudo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene melaporkan 62 rumah rusak. Selain itu, satu puskesmas dan Kantor Danramil Marunda mengalami rusak berat.

"Sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB)," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.

Selain itu, BPBD setempat juga menginformasikan longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus). Ia melanjutkan, kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis, dan terpal.

Baca Juga : Usai Gempa Magnitudo 6,2, Majene Diguncang 6 Gempa Susulan

"Merespons kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian," katanya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement