Selama Belajar Jarak Jauh, Ratusan Komputer Milik 3 Sekolah di Cianjur Hilang Dicuri

Antara, · Sabtu 16 Januari 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 525 2345369 selama-belajar-jarak-jauh-ratusan-komputer-milik-3-sekolah-di-cianjur-hilang-dicuri-gchxFR4fwE.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

CIANJUR - Selama pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan (daring) berlangsung, sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sepi dari aktivitas. Kondisi ini membuat pencuri leluasa beraksi.

Pelaku beraksi di tiga SMP di Cianjur. Pencuri yang diduga lebih dari satu orang itu menggasak ratusan komputer di tiga sekolah tersebut.

Menyikapi kejadian itu, Polres Cianjur menggencarkan patroli siang dan malam ke sejumlah sekolah yang dinilai rawan menjadi sasaran komplotan pencuri.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan, tiga SMP yang jadi sasaran komplotan pencurian itu berada Kecamatan Warungkondang, Bojongpicung dan Gekbrong. Akibat kejahatan itu, tiga SMP mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

"Untuk mengantisipasi hal sama (pencurian), kami intruksikan jajaran polsek untuk meningkatkan patroli ke sejumlah sekolah di wilayah hukum masing-masing guna mempersempit ruang gerak pencuri," kata Kapolres Cianjur.

Selain itu, ujar AKBP M Rafai, polisi juga berkoordinasi dengan sekolah untuk bersama-sama menjaga keamanan, termasuk melibatkan warga untuk memantau dan mengawasi lingkungan.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Cianjur Tjupi Kanigara mengatakan, selama pembelajaran daring mereka mendapat tiga laporan sekolah yang dibobol maling selama semester pertama tahun ajaran 2020-2021.

Selama pembelajaran daring, kata Tjupi, pengamanan sekolah agak rengang, sehingga menjadi sasaran empuk pencuri karena tingkat pengamanan yang tidak maksimal.

"Kami dari dinas sudah mengintruksikan seluruh sekolah untuk lebih meningkatkan keamanan lingkungan sekolah agar terhindar dari pencurian. Kami belum tahu pasti sampai kapan pembelajaran daring akan berakhir karena tingkat penularan masih tinggi," kata Tjupi. ANTARA

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini