Volume air yang cukup besar ini juga tidak diimbangi oleh sistem drainase yang baik. Hal ini dikarenakan daerah banjir tersebut berada di titik pertemuan anak sungai yang cekung sehingga dan kelokan serta fisiografisnya berupa tekuk lereng sehingga terjadi akumulasi air dengan volume besar.
"Kemudian lokasi banjir itu umumnya berada di daerah yang datar. Dan bermuara di laut. Sehingga merupakan akumulasi air dengan tingkat drainase yang rendah," jelasnya.
Baca Juga : Setelah Dikunjungi Presiden Jokowi, Penyebab Banjir Kalimantan Selatan Diperdebatkan Warganet
Selain itu lanjut Karliansyah, ada perbedaan yang sangat besar antara tinggi bagian hulu dengan hilir. Sehingga suplai air dari hulu dengan energi dan volume besar menyebabkan waktu konsentrasinya cepat.
"Di samping itu kami mencatat ada perbedaan yang sangat besar antara tinggi bagian hulu dengan hilir. Sehingga pasokan air dari hulu dengan energi dan volume yang besar tadi waktu konsentrasinya cepat jadilah genangan air banjir," jelasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.