11 dari 22 Penambang yang Terperangkap 600 Meter di Bawah Tanah Berhasil Diselamatkan

Susi Susanti, Koran SI · Senin 25 Januari 2021 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 18 2350103 11-dari-22-penambang-yang-terperangkap-600-meter-di-bawah-tanah-berhasil-diselamatkan-8xMtjEdrDE.jpg Foto: CNN

CHINA - Sebelas penambang yang terjebak di tambang emas selama lebih dari dua minggu di China timur dilaporkan berhasil diselamatkan.

Media pemerintah China mengatakan pihak berwenang berusaha sangat keras menggali tumpukan tanah di tambang emas demi menemukan 22 orang yang terperangkap di bawah tanah di kota Qixia, Provinsi Shandong, sejak ledakan memblokir jalan keluar mereka pada 10 Januari lalu.

Menurut Xinhua, penambang pertama diselamatkan pada Minggu (24/1) pagi sekitar pukul 11:13 waktu setempat, dan berada dalam kondisi yang sangat lemah. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

10 orang berikutnya diangkat dari bagian tambang yang lebih dalam. Setidaknya satu dari mereka terluka, tetapi tidak jelas seberapa seriusnya. Sedangkan satu orang diyakini telah tewas.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan 10 orang yang terjebak di dalam pertambangan 600 meter di bawah tanah melakukan kontak dengan dunia luar setelah petugas penyelamat mengebor saluran ke bagian tambang dan memasang saluran telepon. Belum jelas apakah 10 orang itu termasuk di antara mereka yang telah diselamatkan.

Upaya telah dilakukan untuk menjangkau para pekerja sejak ledakan terjadi sekitar 240 meter dari pintu masuk tambang. Namun pejabat China mengatakan pada Kamis (21/1) jika dibutuhkan waktu 15 hari untuk mengebor 70 ton puing yang menjebak banyak penambang.

(Baca juga: Presiden Biden Hadiri Misa Pertamanya Bersama Anak dan Cucu)

Makanan, persediaan medis, selimut, dan kumpulan larutan nutrisi telah diberikan ke 10 pekerja yang telah ditemukan. Mereka dalam kondisi fisik dan psikologis yang baik.

(Baca juga: Pasca-Terjadi Pembunuhan, PBB Khawatir Keselamatan Penghuni Kamp Al Hol Suriah)

Menurut media pemerintah, tim penyelamat berharap untuk menarik para penambang keluar melalui lorong berdiameter 711 milimeter. Pada Kamis (21/1) siang, tim penyelamat telah mengebor 18 meter ke dalam lubang tambang tetapi puing-puing berat dapat memperlambat upaya penyelamatan.

Kekhawatiran tuga terus berkembang karena para penambang tidak bisa dihubungi. Beberapa pekerja di ruangan itu mencoba membantu tim penyelamat menemukan rekan mereka yang hilang dengan menggunakan laser pointer dan pengeras suara, tetapi mereka tidak mendapat tanggapan.

Tim penyelamat juga telah mengebor saluran yang lebih kecil ke bagian lain dari tambang dan menurunkan larutan nutrisi dan cara lain untuk mendeteksi pernapasan atau gerakan, tetapi tidak ada tanda-tanda kehidupan yang ditemukan.

Media pemerintah China mengatakan dibutuhkan waktu 15 hari untuk mencapai para penambang yang terperangkap itu.

Petugas penyelamat dilaporkan pertama kali mendengar suara ketukan dari mereka yang terjebak pada 17 Januari, diikuti dengan suara tarikan tali besi. Pada Senin (25/1), penambang bisa mendapatkan catatan untuk penyelamat. Xinhua mengutip catatan yang mengatakan “Kami sangat kelelahan dan sangat membutuhkan obat perut, obat penghilang rasa sakit, pita medis, obat anti peradangan eksternal, dan tiga orang memiliki tekanan darah tinggi.”

Diketahui, ledakan dan kematian tidak jarang terjadi di tambang China. Pada September tahun lalu, setidaknya 16 pekerja di barat daya China tewas setelah mereka terperangkap di bawah tanah di tambang batu bara dan terpapar karbon monoksida dalam tingkat yang tidak aman.

Pada 2016, puluhan pekerja dipastikan tewas setelah ledakan gas di tambang batu bara di kota Chongqing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini