Kejam, Pengasuh Panti Jompo Ini Jambak Rambut hingga Pukul Wajah Lansia

Susi Susanti, Koran SI · Senin 25 Januari 2021 08:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 18 2350151 kejam-pengasuh-panti-jompo-ini-jambak-rambut-hingga-pukul-wajah-lansia-gcl2KgzMMY.jpg Foto: Daily Mail

INGGRIS – Pelaku kekerasan terhadap pensiunan lanjut usia (lansia) di salah satu panti jompo ditangkap dan dipenjara selama enam bulan.

Jenny Dady, 29, seharusnya merawat Liz Youngs, 69, yang memiliki penyakit demensia dengan penuh kasih sayang.

Tetapi rekaman video CCTV memergoki aksi jahat pengasuh. Dia menarik rambut, memukul wajah, menarik hidung, dan memaksa memberinya makan.

Awalnya kecurigaan ini terjadi selama musim panas 2019. Saat itu, putri Youngs, Corrina Cunningham, yang tinggal bersamanya di Barford, Norfolk prihatin setelah melihat ibunya mengalami luka ringan, termasuk memar dan lecet.

Mereka pun mulai memasang kamera CCTV dan dapat dilihat secara terbuka oleh siapa pun yang masuk. Polisi mengatakan keluarga Youngs ingin rekamannya dibagikan secara publik untuk mempromosikan kasus kekerasan itu setelah Dady dipenjara.

(Baca juga: Buronan Gembong Narkoba Terbesar dalam Sejarah Asia Ditangkap di Belanda)

“Kami tahu rilis CCTV ini telah menarik opini yang kuat, yang kami sepenuhnya pahami. Sulit untuk ditonton,” terang Polisi Norfolk.

Dari video itu terlihat pada suatu kesempatan, Dady membawa serta anjingnya saat berkunjung, dan hewan itu mencakar Youngs yang menyebabkan luka dalam di kakinya.

Dady juga telah memaksa Youngs untuk makan dan melecehkannya secara verbal. Dia juga terus-menerus menggunakan ponselnya padahal dia bertanggung jawab untuk menjaganya.

(Baca juga: Terbukti Money Laundering, Mantan Kepala Bank Vatikan Dipenjara 9 Tahun)

Pada November 2019, keluarga Youngs melihat rekaman CCTV dan terlihat jika Dady telah memperlakukan ibu mereka dengan sangat buruk.

Dady mengakui perlakuan buruk atau mengabaikan seseorang yang tidak memiliki kapasitas di Pengadilan Norwich Crown pada 18 Januari, dan dipenjara selama enam bulan.

“Sayangnya, ibu meninggal selama penyelidikan, yang membuatnya jauh lebih sulit untuk menerima, mengetahui bahwa dia diperlakukan dengan buruk di tahun terakhir hidupnya,” ungkap Corrina, dikutip Daily Mail.

“Saya merasa malu ketika saya mengetahui ini telah terjadi,” ujrnya..

“Saya merasa bersalah karena tidak dapat melindunginya ketika dia membutuhkannya dan ini terjadi di bawah atap kami sendiri,” terangnya.

“Kami mempercayai Dady dan mengira dia benar-benar merawat ibu, tetapi dia mengkhianati kepercayaan ini dengan cara yang paling buruk,” jelasnya.

“Saya merasa sangat sulit untuk menonton rekaman itu, itu membuat saya merasa sakit secara fisik,” urainya.

“Aku tidak tahan membayangkan Dady berada dalam posisi untuk merawat orang yang dicintai orang lain dan melecehkan mereka seperti yang dia lakukan pada ibuku,” lanjutnya.

“Saya senang kami bertindak berdasarkan kekhawatiran kami dan mendapatkan kamera dan saya akan mendorong siapa pun yang memiliki posisi serupa untuk melakukan hal yang sama,” bebernya.

Sementara itu, Detektif Constable Gemma Weeks, yang memimpin penyelidikan, mengatakan Dady berada dalam posisi dipercaya dan harus merawat seorang wanita yang sangat rentan yang tidak memiliki sarana untuk melindungi dirinya sendiri atau memberikan peringatan kepada kerabat.

“Dia menyalahgunakan kepercayaan ini, memperlakukan Liz dengan sedikit perhatian; menanganinya secara kasar dengan mendorong dan menariknya,” ungkapnya.

“Pada suatu kesempatan setelah mandi, Liz ditinggalkan selama hampir 30 menit di kursi rodanya dengan rambut basah dan hanya handuk yang menutupi pangkuannya,” terangnya.

“Tidak ada yang mau orang yang mereka cintai diperlakukan seperti ini, terutama mereka yang rentan dan memiliki kapasitas terbatas, itulah mengapa penting kita mencari keadilan dalam kasus ini untuk para korban dan keluarga mereka,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini