Tidak Kapok Menjambret, Residivis Ini Ambruk Ditembak Polisi

Solichan Arif, Koran SI · Jum'at 29 Januari 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 519 2352642 tidak-kapok-menjambret-residivis-ini-ambruk-ditembak-polisi-K1lhWl0gX2.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

TULUNGAGUNG - WK (38) spesialis jambret asal Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung terpaksa ditembak aparat Polres Tulungagung karena mencoba kabur.

"Karena mencoba kabur yang bersangkutan dilumpuhkan dengan ditembak kakinya," ujar Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Trisakti kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Baca juga:  Aksi Jambret di Gang Sempit Terekam CCTV

WK pernah menghuni tahanan Polres Kediri Kota. Sebelumnya juga pernah dibui di Polres Tulungagung. Namun hukuman itu tidak membuatnya jera. WK kembali mengulangi kejahatannya.

Aksi kejahatan WK terekam CCTV yang terpasang di jalan raya. Ia pernah beraksi di wilayah Kecamatan Ngunut. Pemakai jalan yang melintas di jalan raya Boyolangu juga pernah jadi korbannya.

Baca juga:  Tertangkap Warga, Dua Jambret Babak Belur di Pademangan Jakarta Utara

Termasuk juga di wilayah jalan raya Gondang, dan Kedungwaru. "Pelaku mengaku pernah beraksi di delapan titik wilayah Kabupaten Tulungagung," terang Trisakti. Berbekal rekaman CCTV, petugas melakukan pengejaran.

WK sedang berada di kawasan lapangan sepak bola Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru. Sadar sedang diburu, residivis yang berulangkali merasakan pengapnya bui tersebut, nekat kabur.

Pelariannya berhenti, setelah sebutir timah panas petugas menembus kakinya. Dari tangan pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya sepeda motor Honda Vario AG 5379 RAG yang digunakan saat beraksi.

Kemudian ponsel, tas pinggang, topi, jaket, masker serta uang tunai Rp 750 ribu yang diduga hasil kejahatan. Menurut Trisakti, dalam kasus ini ada empat orang yang melapor ke kepolisian. Mereka mengaku sebagai korban kejahatan WK.

Saat ini petugas masih melakukan pengembangan penyelidikan, termasuk masih memeriksa pelaku.

"Dalam kasus ini yang bersangkutan dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," pungkas Trisakti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini