Sudah 16 Hari, Banjir di Banjarmasin Mulai Surut

Antara, · Sabtu 30 Januari 2021 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 30 340 2353323 sudah-16-hari-banjir-di-banjarmasin-mulai-surut-6aYrSv33Xk.jpg Banjir di Banjarmasin (foto: Dok Antara)

BANJARMASIN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, menyatakan, musibah banjir di kota seribu sungai itu mulai berakhir di hari ke-16 ini dan hanya tinggal menyisakan beberapa titik genangan semata kaki.

"Kondisi genangan di Banjarmasin Timur memang sebagian masih ada, tapi tingginya sekitar semata kaki," ujar Plt Kepala BPBD Kota Banjarmasin Budian Noor di Banjarmasin, Jumat (29/1/2021).

Baca juga:  Soal Penyebab Banjir di Kalsel, Ini Penjelasan LIPI

Menurut dia, wilayah genangan yang masih ada di Banjarmasin Timur ini seperti di Komplek Hikmah Banua, Sungai Lulut dan Melati Ujung.

"Kalau di daerah Bina Brata, Jalan Pramuka, juga Kebun Bunga, sudah surut sekali, bisa dikatakan sudah mulai berakhir banjir di sana," paparnya.

Baca juga:  MNC Peduli dan Lotte Mart Bantu Korban Banjir di Banjarmasin

Untuk daerah yang masih ada genangan cukup tinggi, ujar Budian Noor, pemerintah kota terus mengupayakan menyedot genangan dengan mesin pompa air.

"Jadi saat ini tinggal pembenahan pascabanjir," ujarnya.

Sementara itu, update data terkini di pos komando penanganan darurat bencana banjir Kota Banjarmasin tahun 2021 yang dikelola Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kota Banjarmasin, menunjukkan, kondisi wilayah banjir sudah berkurang signifikan.

Seperti untuk posko pengungsian, tinggal 106 titik, demikian juga untuk dapur umum tinggal 109 titik, padahal sebelumnya lebih 150 titik baik pos pengungsian juga dapur umum.

Seperti terlihat di posko pengungsi di terminal KM-6 Banjarmasin, hari ini tinggal sedikit saja lagi pengungsi yang berada di sana, sebab banyak yang sudah pulang lantaran banjir sudah sangat surut di wilayah tempat tinggalnya.

Sebagaimana diketahui, musibah banjir besar melanda Kota Banjarmasin pada 14 Januari, pada 15 Januari ditetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir oleh pemerintah kota, sebab lebih 100 ribu jiwa terdampak banjir yang hampir tidak pernah terjadi di ibu kota provinsi Kalsel tersebut.

Banjir di Banjarmasin tidak hanya karena hujan, namun terjadinya pasang air laut yang tinggi juga air kiriman dari hulu Sungai Martapura. Sebagai daerah yang ada di bawah permukaan laut hingga 16 cm, akhirnya sungai-sungai meluap ke sejumlah tempat di Kota Banjarmasin hingga terjadi banjir besar tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini