Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Musim Penghujan, BPPTKG: Waspadai Banjir Lahar Merapi

Antara , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2021 |19:29 WIB
 Musim Penghujan, BPPTKG: Waspadai Banjir Lahar Merapi
Gunung Merapi (Foto : BPPTKG)
A
A
A

MAGELANG - Masyarakat di kawasan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi diimbau untuk mewaspadai banjir lahar di musim hujan ini.

"Rekomendasi kami, di hulu-hulu sungai Merapi itu tidak aman karena sewaktu-waktu lahar itu akan turun karena sekarang musim hujan," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida di Magelang, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Aktif, Semburkan Lava Pijar 7 Kali

Ia menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang bersama Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan.

Menurut dia, banjir lahar selain material yang baru juga ada material lama yang terbawa. Banjir lahar berpotensi di semua alur sungai yang berhulu di Merapi.

Baca juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar 2 Kali Sejauh 800 Meter

Ia menyebutkan material yang dikeluarkan saat erupsi pada 27 Januari 2021 sekitar 82.000 meter kubik.

"Memang material yang dilepas kecil, namun walaupun kecil harus terus diwaspadai, karena volume kubahnya masih tumbuh. Apalagi kalau lahar selain material yang baru juga ada material lama yang terbawa," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan menuturkan berdasarkan informasi dari BMKG curah hujan tinggi terjadi pada Januari dan Februari 2021

Berkaitan dengan banjir lahar seperti yang disampaikan Kepala BPPTKG, katanya materialnya tidak harus material yang baru. Jadi material lama juga bisa menjadi penyebab terjadinya banjir lahar karena curah hujan yang tinggi di bagian hulu.

"Hal ini yang memang harus diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal di daerah sungai dan juga mereka yang melakukan aktivitas di sana, seperti wisata, penambangan, pencarian kayu, dan sebagainya," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement