Bukan Kubah Lava Baru, BPPTKG Jelaskan Munculnya Gundukan Hitam di Merapi

INews.id, · Selasa 02 Februari 2021 23:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 510 2355427 bukan-kubah-lava-baru-bpptkg-jelaskan-munculnya-gundukan-hitam-di-merapi-1ZkewiraAA.jpg Foto: BNPB

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus memantau terhadap keberadaan kubah lava Gunung Merapi. Hingga kini belum ada kubah lava baru, kecuali kubah lava 2021 yang berada di atas kubah Lava 1997.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, saat ini pihaknya menerima informasi dari media sosial terkait gundukan baru yang berada di lereng Gunung Merapi.

"Kami tegaskan bahwa meterial (gundukan) hitam yang terlihat itu bukan kubah lava baru," kata Hanik, Selasa (2/2/2021).

Berdasarkan hasil observasi, kata Hanik, material tersebut tidak berpijar. Selain itu, tidak teramati adanya asap di material gundukan. Selain itu juga tidak terdapat rekahan di sekeliling material.

"Kami simpulkan material tersebut adalah material vulkanik yang terbawa oleh aliran awan panas guguran," ujarnya.

Baca Juga: Musim Penghujan, BPPTKG: Waspadai Banjir Lahar Merapi

Hanaik meminta masyarakat tidak resah dan tidak mudah percaya dari informasi yang tidak resmi. Masyarakat untuk terus memantau informasi yang disampaikan oleh BPPTKG. Sementara itu, Pemkab Sleman kembali memperpanjang tanggap darurat Bencana Merapi dari 1 Februari 2021- 28 Februari 2021.

Perpanjangan ini tertuang dalam surat keputusan Bupati Sleman No 8/Kep.KDH/A/2021 yang ditandatangi oleh Bupati Sleman Sri Purnomo tertanggal 29 Januari 2021. Alasan perpanjangan ini, karena sampai sekarang belum ada penurunan status Merapi, yaitu Level III (Siaga).

Potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas ke sektor selatan barat daya hulu sungai Boyong, Bedog, Krasak, Beberng dan Putih sejauh 5 kilometer (km) dan lontaran letusan radius 3 Km dari puncak.

Ini merupakan perpanjang tanggap darurat yang ketiga. Pemkab Sleman sebelumnya sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) No 75/Kep.KDh/A/2020 tertanggal 5 November 2020 tentang Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi, mulai 5-30 November 2020.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini