BOGOR – Masih banyak warga Bogor yang belum mengetahui pemberlakuan ganjil genap di Kota Bogor.
Hal ini terbukti pada hari pertama pemberlakuan ganjil genap yang terlihat belum sepenuhnya efektif dan diketahui masyarakat. Buktinya masih banyak warga luar Bogor yang hendak pusat kota untuk sekedar jalan-jalan, sehingga akhirnya diputar balik.
Pemandangan itu terlihat di Exit Tol Bogor, Baranangsiang dan Simpang Lippo Keboen Raya, Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Bahkan di dua lokasi tersebut sempat menimbulkan antrean kendaraan yang cukup panjang.

"Kita nggak tahu, saya mau main niatnya. Tapi mau gimana lagi, balik lagi deh karena nomor polisi mobil saya ganjil," ungkap Linda (45) warga Depok yang hendak berkunjung ke Kebun Raya Bogor bersama keluarganya.
(Baca juga: Tak Ada Lockdown Akhir Pekan Ini, Anies Pastikan PSBB Dilanjutkan)
Hal senada diungkapkan, Rahman (30) warga Cisarua, Kabupaten Bogor bersama anak istrinya hendak ke Suryakencana, Kota Bogor terpaksa harus balik lagi karena plat nomor mobil ganjil.

"Saya kurang paham betul soalnya, iya sudah tidak apa-apa saya balik lagi, pilih tempat rekreasi lain saja di Sentul kalau begini," ungkapnya saat ditemui di Simpang Ekalokasari Plaza, Jalan Raya Tajur-Pajajaran.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui masih banyak yang warga luar Bogor yang belum tahu. Sehingga banyak yang diputar balik dan sempat menimbulkan antrean di beberapa titik check point.
"Lumayan, tapi semuanya bisa paham kok ya, tapi kalau saya lihat prosentasenya masih banyak yang belum tahu. Berarti secara umum sosialisasi sudah sampai, beberapa kita minta putar balik dan mereka menerima," ungkap Bima Arya saat ditemui di Simpang Exit Tol Bogor.

Pihaknya menegaskan siapapun yang memang plat nomornya tidak sesuai dengan pemberlakuan ganjil genap akan diputar balik.
"Bahkan jika memang tidak ada tujuan yang jelas, tapi kalau ada tujuan jelas, tadi ya bekerja misalnya, atau pulang ke rumah dari jakarta dan tinggal di Bogor ya silahkan lanjut," ungkapnya.
Bima Arya mengakui memang kebijakan ini perlu disosialisasikan kembali, sebab masih banyak warga luar Bogor yang belum tahu.

"Kita harapkan bisa sosialisasikan oleh teman teman media, sehingga orang dari luar Bogor bisa melakukan penyesuaian rencana, sehingga tidak terjadi penumpukan nanti siang dan sore. Sekarang kita harapkan berita ini sampai, agar warga melakukan penyesuaian," pungkasnya.
(Susi Susanti)