PBB Sebut ISIS Lakukan Genosida di Irak Utara, Kuburan Massal Dibongkar

Agregasi BBC Indonesia, · Minggu 07 Februari 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 18 2358124 pbb-sebut-isis-lakukan-genosida-di-irak-utara-kuburan-massal-dibongkar-5zeaKdTmhz.jpg Foto: Getty Images

KOMUNITAS Yazidi di Irak utara telah membawa pulang 104 jenazah anggotanya yang dibunuh oleh kelompok yang menamai diri mereka Negara Islam (ISIS), selama kekuasan mereka yang penuh teror pada tahun 2014.

Jenazah-jenazah itu telah diidentifikasi dan digali dari kuburan massal. Mereka kemudian dimakamkan di Desa Kocho dekat Gunung Sinjar di Provinsi Ninevah.

Ribuan laki-laki terbunuh saat itu, sementara anak-anak dan perempuan diperbudak dan diperkosa ketika ISIS menguasai tempat di mana komunitas Yazidi tinggal.

PBB mengatakan ISIS telah melakukan genosida terhadap komunitas tersebut.

Sebanyak 104 jenazah itu adalah laki-laki yang dibunuh oleh militan ISIS pada Agustus 2014, kata kepala Organisasi Dokumentasi Yazidi, Khairi Ali Ibrahim.

Baca Juga: Warga Muslim dan Kristen Gotong Royong Bangun Masjid, Gereja yang Hancur Akibat Ulah ISIS

Sebuah upacara pemakaman diadakan untuk mereka di memorial 'Tentara Tak Dikenal' di Baghdad pada hari Kamis sebelum jenazah-jenazah itu dibawa pulang ke Kocho.

Setiap peti mati dihiasi dengan foto orang yang hilang.

"Ini adalah langkah awal untuk menghormati jenazah para korban ini dan juga akan menjadi langkah keadilan transisi bahwa para korban lain, yakni perempuan, anak-anak, yang selamat dari genosida akan diberi kompensasi," kata aktivis hak asasi manusia Yazidi, Mirza Dinnayi.

"Saya berharap kita bisa berbuat lebih banyak dalam melindungi Yazidi dan mengatakan tidak untuk kejadian seperti ini di masa depan."

Yazidi mempraktikkan suatu bentuk agama yang menggabungkan unsur-unsur Zoroastrianisme dan agama Mesopotamia kuno. Mereka dianggap sesat oleh ISIS.

Diperkirakan ada sekitar 550.000 Yazidi yang tinggal di Irak sebelum ISIS menginvasi pada 3 Agustus 2014. Sekitar 360.000 Yazidi melarikan diri dan mencari perlindungan di tempat lain.

Amnesty International mengatakan pada bulan Juli 2020 bahwa sekitar 2.000 anak Yazidi yang selamat dari penahanan brutal ISIS masih belum mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.

Mereka menderita masalah kesehatan fisik dan mental yang parah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini