Korupsi Dana Hibah Rp656 Juta, 8 Pejabat Dinas Pariwisata Buleleng Jadi Tersangka

Pande Wismaya, iNews · Kamis 11 Februari 2021 21:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 244 2360736 korupsi-dana-hibah-rp656-juta-8-pejabat-dinas-pariwisata-buleleng-jadi-tersangka-k9pAGGKuhY.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BULELENG - Kejaksaan Negeri Buleleng menetapkan delapan orang tersangka dalam kasus korupsi Dana Hibah Pariwisata dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kamis (11/2/2021). Para tersangka ini merupakan para pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Bali. Total kerugian negara Rp656 juta.

Penetapan delapan orang tersangka ini setelah Kejaksaan Negeri Buleleng melakukan pemeriksaan maraton sejak dua minggu terakhir, dengan adanya dugaan penyalahgunaan hibah Dana PEN Pariwisata.

Buleleng menerima Rp13 miliar dana hibah PEN yang dikelola oleh Dinas Pariwisata. Dari dana tersebut, 70 persen diperuntukkan untuk pelaku pariwisata, baik hotel dan restoran. Sedangkan 30 persennya digunakan untuk bimtek dan explore.

Pihak penyidik dari Kejaksaan Negeri Buleleng melihat adanya keganjilan dalam kegiatan explore dan bimtek. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, pihak kejaksaan menemukan ada kerugian negara sebesar Rp656 juta.

Baca juga: Kasus Ekspor Benur, Suharjito Didakwa Suap Edhy Prabowo Rp2,1 Miliar

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng, I Putu Gede Astawa mengatakan, delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka berinisial MD SN, NYM AW, PT S, NYM S, IGA MA, KD W, NYM GG, serta PT B. Pihaknya telah berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp377 juta dari tangan tersangka, sisanya masih dicari oleh tim.

Baca juga: KPK Usut Sejumlah Dokumen Bansos Covid-19 saat Periksa Daning Saraswati

Kedelapan orang tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 12 e UU Tindak Pidana Korupsi. 

Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain lagi dalam penyelidikan lebih lanjut. Untuk sementara, kedelapan tersangka belum ditahan karena masih memeriksa saksi-saksi lainnya, termasuk pemeriksaan lanjutan dari tersangka.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini