TNI AL Sita 2 Kapal Muatan 92 Sapi Ilegal

Edy Irawan, iNews · Sabtu 13 Februari 2021 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 340 2361497 tni-al-sita-2-kapal-muatan-92-sapi-ilegal-Z6DgrdQMTq.jpg 2 kapal pengangkut sapi ilegal diamankan TNI AL (foto: ist)

BIMA - Dua kapal yang membawa 92 ekor sapi dari Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) tujuan Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), ditangkap anggota TNI Angkatan Laut (AL), pada Sabtu (13/02/2021).

Dua kapal tersebut diamankan pada waktu yang berbeda, di sekitar perairan Bonto, Asakota, Kota Bima yang tak jauh dari dermaga pelabuhan Tanjung Bima, saat hendak berlabuh.

Baca juga:  Saat Prajurit TNI AL Asal Papua Magang Jadi Pegawai Bank

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan pertama pada kapal yang membawa 31 ekor ternak sapi, sekitar pukul 20.30 wita pada Jumat 12 Februari 2021. Sementara penangkapan kedua dilakukan pada pada kapal yang mengangkut 61 ekor ternak sapi yakni pukul 06.30 wita Sabtu (13/02/2021).

Dari jumlah ternak pengkapan pertama, terdapat 4 ekor sapi jantan dan 27 ekor sapi betina. Lalu saat penangkapan pada kapal kedua terdapat 40 ekor sapi betina dan 21 ekor sapi jantan.

Baca juga:  Prajurit TNI AL Baku Tembak dengan Perompak di Perairan Asahan

"Dari jumlah keseluruhan 92 ekor sapi, 3 diantaranya mati disebabkan kecapean saat perjalanan," kata Komandan Pos TNI AL, Peltu Muhamad, saat diwawancarai di Pelabuhan Tanjung Bima, Sabtu (13/02/2021).

Menurut keterangan Anak Buah Kapal (ABK), bahwa puluhan ternak ini didatangkan dari Flores NTT dan hendak dibawa ke tiga pemiliknya yakni SS, BL, BH warga asal Dusun PaliSondo, Desa Sondo Sia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

"Awalnya diamankan karena satu pun dari puluhan ternak yang dibawa tidak memiliki surat surat jual beli, rekomendasi pelepasan dari dinas terkait, serta bukti angkutan dari daerah asal yakni pelabuhan di flores," jelas Muhamad.

Diduga kuat, puluhan ternak ini adalah ilegal yang dimuat melalui jalan tikus dan tidak melewati pelabuhan resmi. Sebab, diantara sekian sapi ini merupakan ternak ruminansia besar betina produktif yang dilarang untuk tak boleh dibawa keluar dari daerah asal.

Hingga Sabtu sore, dua kapal berikut semua ternak masih disandarkan di pelabuhan bima untuk diamankan sembari pemeriksaan berikut menunggu pemiliknya datang.

Pantauan di lokasi, sejumlah pemilik kapal berikut ABK nya menyembelih beberapa ekor sapi yang sudah sakral akibat kelelahan berdiri di atas kapal.

"Dalam posisi sandar di Pelabuhan Bima, sudah ada 3 ekor sapi yang kami sembelih karena disebabkan kelelahan berdiri selama 2 hari, dari hari Kamis hingga Sabtu ini," tutur salah seorang ABK yang tak ingin menyebut namanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini