Junta Militer Myanmar Jatuhkan Dakwaan Baru Terhadap Aung San Suu Kyi

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 17 Februari 2021 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 18 2363464 junta-militer-myanmar-jatuhkan-dakwaan-baru-terhadap-aung-san-suu-kyi-61cb9CB7wC.jpg Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. (Foto: Reuters)

YANGON - Pemimpin oposisi Myanmar yang ditahan, Aung San Suu Kyi, telah dijatuhi tuntutan pidana kedua pada Selasa (16/2/2021), saat dia muncul di pengadilan melalui tautan video. Dia telah ditahan sejak 1 Februari, saat junta militer mengambil alih kekuasaan di Myanmar.

Suu Kyi, yang sebelumnya didakwa atas tuduhan pelanggaran impor karena memiliki walkie-talkie ilegal, kini juga dituduh telah melanggar Undang-Undang Bencana Alam Myanmar. Tidak jelas apa kaitan dakwaan baru tersebut.

BACA JUGA: Militer Myanmar Perpanjang Penahanan Aung San Suu Kyi, Picu Protes Besar-besaran

Penerima Nobel Perdamaian itu membuat penampilan virtual singkat di pengadilan di Ibu Kota Nay Pyi Daw pada Selasa. Dia dilaporkan menjawab pertanyaan tentang pengaturan dan perwakilan hukum.

Penampilannya di pengadilan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret.

Militer Myanmar sebelumnya mengulangi janjinya untuk mengadakan pemilihan baru dan melepaskan kekuasaan saat protes terus berlanjut. Namun, para demonstran anti-kudeta menuntut pembebasan Suu Kyi, setelah kudeta militer awal bulan ini.

Dalam konferensi pers pertama sejak kudeta, Juru Bicara Junta Militer Brigjen Zaw Min Tun mengatakan angkatan bersenjata tidak akan lama berkuasa. Militer telah berjanji untuk "menyerahkan kekuasaan kembali kepada partai pemenang" setelah pemilihan yang direncanakan.

Namun, dia tidak memberikan tanggal pemungutan suara.

BACA JUGA: Kudeta Militer Myanmar, Demonstran Diancam Penjara 20 Tahun

Berbicara di Nay Pyi Daw pada Selasa, Zaw Min Tun juga mengulangi klaim, tanpa memberikan bukti, bahwa ada kecurangan dalam pemilihan November lalu.

Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi meraih kemenangan telak dalam pemungutan suara. Militer mengklaim penipuan sebagai pembenaran untuk kudeta tersebut.

Zaw Min Tun mengatakan bahwa Suu Kyi telah dikurung di rumahnya demi keselamatannya sendiri, dan bahwa dia "nyaman dan sehat".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini