240 Mutasi Baru Virus Corona yang Berpotensi Lebih Menular Ditemukan di India

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 22 Februari 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 18 2366284 240-mutasi-baru-virus-corona-yang-berpotensi-lebih-menular-ditemukan-di-india-JWyRWfMqB1.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

NEW DELHI - Sebanyak 240 jenis virus corona yang bermutasi telah ditemukan di seluruh India, demikian dilaporkan pejabat kesehatan. Pejabat memperingatkan bahwa beberapa di antara mutasi virus corona itu berpotensi lebih menular, dan bahkan mungkin mampu menghindari respons kekebalan sama sekali.

Anggota Satuan Tugas Covid-19 Regional India, Shahshank Joshi mengatakan bahwa galur (strain) Covid-19 baru tersebut kemungkinan besar berada di balik lonjakan kasus baru secara tiba-tiba di beberapa negara bagian India, termasuk di Maharashtra, negara bagian terpadat kedua. Kepada NDTV dia menambahkan, total sekira 240 varian virus baru telah ditemukan di seluruh negeri.

BACA JUGA: Ini Daftar Gejala Covid-19 Jenis Baru yang Perlu Diwaspadai

Beberapa varian baru bisa sangat menular atau berpotensi lebih berbahaya kata Randeep Guleria, kepala Institut Ilmu Kedokteran India (AIIMS) dan juga anggota gugus tugas Maharashtra, memperingatkan.

Dia mengatakan bahwa beberapa jenis virus memiliki "mekanisme pelarian" kekebalan yang dapat menyebabkan infeksi ulang pada orang yang sudah mengembangkan anti-tubuh untuk Covid-19 melalui memerangi penyakit atau mendapatkan vaksin, katanya kepada stasiun berita India sebagaimana dilansir RT.

Ahli paru tersebut mengatakan bahwa vaksinasi masih merupakan "keharusan" karena, meskipun suntikan tidak akan mencegah infeksi ulang, vaksinasi masih dapat membuat gejala menjadi lebih ringan. Tetapi Guleria mengatakan bahwa vaksinasi saja tidak cukup, seraya menambahkan bahwa “langkah-langkah pengujian yang agresif, pelacakan kontak dan isolasi infeksi” juga diperlukan.

BACA JUGA: WHO Ungkap 4 Mutasi Baru Virus Corona yang Menyebar di Dunia

Joshi, sementara itu, menyarankan untuk mempromosikan "penutupan ganda", memakai dua masker wajah sekaligus, dan membuat zona penahanan mikro tertentu untuk membendung penyebaran infeksi.

Komentar mereka disampaikan di saat beberapa distrik di Maharashtra akan memasuki lockdown ketat selama seminggu mulai Senin (22/2/2021), menyusul lonjakan kasus baru. Negara bagian itu melaporkan 6.971 kasus baru dan 35 kematian terkait Covid pada Minggu (21/2/2021).

Sebelumnya pada Minggu, Menteri Kesejahteraan Sosial Maharastra, Vijay Wadettiwar, mengatakan dia sedang mempertimbangkan jam malam di semua area yang dinyatakan sebagai hotspot virus.

Maharashtra bukan satu-satunya wilayah yang menghadapi lonjakan tersebut, karena perkembangan serupa juga terlihat di setidaknya empat negara bagian lainnya. Secara total, 14.264 kasus baru dilaporkan di seluruh India, jumlah tertinggi sejak 29 Januari.

Sebelumnya, varian Covid-19 baru yang lebih menular dilaporkan telah muncul di bagian lain dunia, termasuk Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan. Ada juga kekhawatiran bahwa mutasi yang kebal terhadap vaksin virus corona saat ini mungkin muncul.

Untuk saat ini, pengawasan rutin dan ekstensif atas galur Covid-19 baru diperlukan untuk mengetahui apakah itu mungkin benar untuk salah satu varian India, kata Guleria. Dia menambahkan bahwa perubahan dapat dilakukan pada vaksin untuk mengatasi tantangan seperti

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini