Bantah Dorong Pemilu Ulang di Myanmar, Kemlu: Posisi Indonesia Tidak Berubah

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 23 Februari 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 18 2366911 bantah-dorong-pemilu-ulang-di-myanmar-kemlu-posisi-indonesia-tidak-berubah-Jzly6HnsUX.jpeg Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Teuku Faizasyah. (Foto: Dok. Kemlu RI)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa posisi Indonesia sejauh ini tidak berubah terkait kudeta militer di Myanmar. Hal ini disampaikan terkait munculnya laporan mengenai dukungan Indonesia untuk digelarnya pemilihan umum (pemilu) ulang pasca kudeta militer di Myanmar.

“Posisi Indonesia tidak berubah, posisi Indonesia tetap sama. Sedari awal adanya perkembangan politik di Myanmar, Indonesia sudah mengeluarkan statement yang sangat jelas. Indonesia sangat prihatin atas perkembangan politik di Myanmar,” kata Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah dalam keterangan kepada media, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA: Kudeta Militer, Dunia Internasional Desak Myanmar Pulihkan Demokrasi

Jubir Kemlu membantah laporan dari Reuters, yang menyatakan bahwa Indonesia mendorong digelarnya pemilu ulang di Myanmar. Laporan itu disebutkan membuat Kedutaan Besar RI (KBRI) di Yangon menjadi sasaran demonstrasi para pengunjuk rasa.

“Indonesia mengimbau penggunaan prinsip-prinsip yang terkandung dalam piagam ASEAN, yang berkomitmen pada hukum, kepemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi, dan pemerintahan konstitusional.”

“Indonesia mendesak semua pihak di Myanmar mengedepankan dialog agar tidak memperburuk situasi,” terangnya.

BACA JUGA: AS Sanksi 2 Jenderal Myanmar Terkait Kudeta Militer

Dia menambahkan bahwa saat ini Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi tengah melakukan kunjungan dan konsultasi untuk mengumpulkan pandangan dan pandangan dari para mitra, negara ASEAN untuk menyelesaikan situasi di Myanmar secara damai.

“Dengan demikian masih terlalu dini apabila dalam artikel (Reuters) tersebut sudah ada rencana aksi, yang salah satunya menyebutkan seakan-akan mendukung adanya suatu proses pemilu baru di Myanmar. Itu sama sekali bukanlah posisi Indonesia,” ujarnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini