Burung Langka "Setengah Jantan, Setengah Betina" Tertangkap Kamera

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 25 Februari 2021 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 18 2368036 burung-langka-setengah-jantan-setengah-betina-tertangkap-kamera-kY0MnsaDxK.jpg Burung langka "setengah jantan setengah betina" (Foto: Jamie Hill

PENNSYLVANIA - Seekor burung yang tampaknya setengah betina dan setengah jantan tertangkap kamera seorang penggemar burung di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).

Meskipun bukan satu-satunya, namun burung dengan dua jenis kelamin jarang ditemukan.

Burung kardinal jantan berwarna merah cerah, sedangkan betina berwarna coklat pucat. Adapun burung yang difoto itu, dengan perpaduan dua warna, menunjukkan ia mungkin campuran dari dua jenis kelamin.

Ahli burung Jamie Hill, 69, yang sudah pensiun, mengatakan kepada BBC bahwa itu adalah "temuan sekali seumur hidup, satu dari sejuta".

Teman Hill mengatakan kepadanya jika dia telah melihat "burung yang tidak biasa" datang ke tempat makan burungnya di Warren County, di negara bagian Pennsylvania.

Pada awalnya, Hill bertanya-tanya apakah burung itu leucistic - istilah yang berarti burung akan kehilangan pigmentasi pada bulunya, tetapi bukan setengah betina, setengah jantan.

(Baca juga: Kerap Berpose di Samping Hewan yang Diburunya, Wanita Ini Diancam Mati)

Tapi setelah melihat gambar ponsel, dia menduga itu adalah apa yang disebut bilateralgynandromorphism, yaitu ketika burung memiliki ovarium dan testis tunggal yang berfungsi.

Dia mengunjungi rumah tempat burung kardinal itu terlihat. Selama satu jam dia bisa memotret burung yang tidak biasa itu.

"Setelah saya menangkap gambar-gambar itu, jantung saya berdebar-debar selama lima jam berikutnya sampai saya bisa pulang dan memproses gambar digital untuk melihat apa yang sebenarnya saya miliki," jelas Hill.

"Saya telah mencari burung pelatuk paruh gading, yang telah lama dipercaya punah selama hampir dua dekade,” lanjutnya.

(Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Jalani Operasi Usus Buntu di Rumah Sakit)

"Dan memotret versi langka dari salah satu burung di halaman belakang kami, burung Kardinal Utara gynandromorph ini, rasanya mungkin hampir sama menyenangkannya ketika saya benar-benar menemukan burung pelatuk itu," katanya.

Profesor Brian Peer dari Western Illinois University, yang telah mempelajari bilateral gynandromorph burung kardinal utara di AS, mengatakan, burung setengah betina, setengah jantan adalah fenomena yang sangat langka.

Namun, dia menambahkan, fenomena tersebut bisa tidak terdeteksi pada beberapa spesies.

"Bilateral gyndromorphism tampaknya disebabkan oleh kesalahan selama pembelahan sel," katanya.

"Sebuah telur dan badan polar terkait dibuahi oleh sperma yang terpisah. Individu yang dihasilkan adalah chimera jantan-betina,” terangnya.

Profesor Peer menunjukkan bahwa kardinal utara adalah burung yang sangat umum di Amerika Utara. Burung jantan dan betina sangat berbeda dalam penampilan, sehingga lebih mudah untuk melihat spesimen gynandromorph.

Kardinal gynandromorph utara itu mungkin bukanlah yang pertama terlihat di daerah tersebut.

Menurut National Geographic, pada 2019, satu pasangan melihat burung serupa di dekat daerah itu,

Hill berspekulasi burung kardinal yang dilihatnya bisa jadi adalah burung yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini