Share

Penerbangan Dilarang, Diplomat Rusia Dorong Troli untuk Pergi dari Korut

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 26 Februari 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 26 18 2368825 penerbangan-dilarang-diplomat-rusia-dorong-troli-untuk-pergi-dari-korut-t34j6dUcNS.jpg Diplomat Rusia dan keluarganya menggunakan troli dorong untuk meninggalkan Korea Utara di tengah pembatasan Covid-19, melintasi garis demarkasi antara Rusia dan Korea Utara, 25 Februari 2021. (Foto: Kementerian Luar Negeri Rusia via Reuters)

SEOUL - Sekelompok diplomat Rusia dan anggota keluarga mereka menggunakan troli rel yang didorong tangan untuk meninggalkan Korea Utara pekan ini, di saat Pyongyang memblokir sebagian besar transportasi sebagai bentuk pembatasan ketat virus corona.

Korea Utara belum melaporkan kasus virus korona yang dikonfirmasi, tetapi telah memberlakukan penutupan perbatasan yang melumpuhkan, melarang sebagian besar perjalanan internasional, dan sangat membatasi pergerakan di dalam negeri.

BACA JUGA: Buron 4 Bulan, Tersangka Kasus Penipuan Uang Ditemukan Tinggal Kaki

โ€œKarena perbatasan telah ditutup selama lebih dari setahun dan lalu lintas penumpang telah dihentikan, dibutuhkan perjalanan yang panjang dan sulit untuk pulang,โ€ kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah posting di media sosial.

Kelompok delapan orang, termasuk seorang anak berusia 3 tahun, melakukan perjalanan 32 jam dengan kereta api dan dua jam dengan bus dari Pyongyang hanya untuk mencapai perbatasan Rusia pada Kamis (25/2/2021), jelas posting tersebut sebagaimana dilansir Reuters.

Kelompok itu kemudian harus melintasi perbatasan dengan berjalan kaki, memuat bagasi dan penumpang ke troli di rel kereta.

Foto dan video yang dirilis oleh kementerian menunjukkan troli, yang berisi tas dan koper berwarna cerah, didorong melintasi lanskap musim dingin.

BACA JUGA: Demi Anak, Pejabat Duta Besar Korut di Kuwait Membelot ke Korsel

Sekretaris ketiga Kedutaan Vladislav Sorokin adalah "mesin" troli, kata kementerian, dengan mendorongnya sejauh lebih dari 1 km, termasuk melintasi jembatan kereta api di atas Sungai Tumen, yang membelah kedua negara.

Pejabat kementerian menyambut kelompok itu di stasiun perbatasan di sisi Rusia, di mana mereka kemudian melakukan perjalanan dengan bus ke bandara Vladivostok.

Selama tahun lalu, jumlah diplomat asing telah menyusut, dengan banyak kedutaan besar Barat tutup, mengutip larangan rotasi staf. Mereka yang pergi sering kali harus bernegosiasi selama berminggu-minggu untuk mengatur tindakan khusus agar mereka bisa pergi.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini