Kisah AKP Makruf, Polisi yang 28 Tahun Mengabdi di Perbatasan RI-Papua Nugini

Antara, · Sabtu 27 Februari 2021 20:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 340 2369484 kisah-akp-makruf-polisi-yang-28-tahun-mengabdi-di-perbatasan-ri-papua-nugini-RJb0v5IX2Q.jpg AKP Makruf sudah 28 tahun bertugas di perbatasan RI-Papua. (Foto : Antara)

Ia mengakui, selama bertugas di tapal batas RI-PNG dirinya banyak mendapat dukungan dari warga masyarakat, khususnya Suku Kanum yang mendiami Sota dan mereka berharap dapat terus bertugas di wilayah itu hingga purna tugas sebagai anggota Polri karena walaupun dirinya lahir di Magelang, namun sejak berusia tiga tahun sudah dibawa ke Nabire hingga menamatkan SMA dan mendaftar menjadi anggota Polri.

"Saya bukan lagi orang Jawa karena sudah merasa menjadi orang Papua dan tidak ada keinginan menghabiskan masa tua nantinya di Jawa," kata suami dari Titi Handayani seraya berangan kawasan Sota jadi tempat wisata utama di Merauke.

Permintaan Masyarakat

Marthen Ndiken, kepala Suku Kanum yang mendiami wilayah Sota menyatakan bersyukur atas kehadiran Makruf Soeroso karena melalui upaya yang dilakukannya Sota tidak saja dikenal karena adanya tugu tapal batas tetapi juga menjadi tempat wisata.

Kehadiran beliau juga sangat membantu masyarakat karena selain mengajar pertanian juga mengajar ketrampilan sehingga bisa menjual cenderamata saat wisatawan berkunjung ke Sota.

"Kami sangat bersyukur atas kehadiran Pak Makruf yang bertugas sejak tahun 1993 hingga saat ini di Sota karena beliau yang mengajar kami bercocok tanam dan membuat aneka kerajinan tangan yang nantinya dijual kepada mereka yang berkunjung ke tugu perbatasan," kata Marthen Ndiken seraya menyatakan yang bersangkutan sudah sangat menyatu dengan masyarakat.

Dia menyatakan tidak ada jurang antara warga dengan Makruf dan masyarakat sangat mendukung program-program yang hendak diwujudkannya seperti menjadikan daerah itu sebagai lokasi perkemahan.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Corona, Personel Satgas Yonif 411 Kostrad Rayakan Lebaran dengan Sederhana

Ndiken menyatakan Makruf terus mengajak dan mengajari warga bercocok tanam dengan benar, karena sebelumnya masyarakat lebih banyak bercocok tanam dengan berpindah-pindah.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini